PM, Banda Aceh – Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III dan IV bagi aparatur untuk melahirkan pemimpin perubahan di jajaran Pemerintah Aceh, dan mendorong percepatan reformasi birokrasi. Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Helvizar Ibrahim dalam penutupan Diklatpim III dan IV BPSDM Aceh, Senin (1/7).

Menurut Helvizar, materi-materi yang diberikan para widyaiswara sebagai bekal agar dapat memberikan output dan perubahan ke arah lebih baik di instansinya masing-masing. Ilmu yang diberikan harus didayagunakan maksimal untuk perbaikan organisasi masing-masing.

“Bekal pegetahuan benar-benar didayagunakan maksimal, untuk hasil yang terbaik bagi organisasi,” ujar Helvizar.

Kelancaran berjalannya roda pemerintahan Aceh saat ini, lanjutnya, tergantung pada peran Aparatur Sipil Negara (ASN). Karena itu, lulusan diklat yang telah merancang Proyek Perubahan (Proper) pada akhir Diklat dapat mengaplikasikannya di instansi masing-masing, sehingga meningkatkan kinerja pemerintah Aceh.

“Proper ini mengharuskan dan menuntut kita untuk membenah organisasi ini jauh lebih baik dari sebelumnya,” ujar Helvizar.

Sementara itu, Ketua Panitia Diklat Kepemimpinan tingkat III dan IV, Drs Darwin, MM mengatakan, pelatihan kepemimpinan pejabat eselon III dan IV itu telah berlangsung sejak 4 Maret untuk lima tahapan sesuai Peraturan Kepala Lembaga Aministrasi Negara (LAN).

“Alhamdulillah kelima tahapan tersebut berjalan sukses,” kata Darwin

Berdasarkan evaluasi akhir, lanjut Darwin, melibatkan unsur penyelenggara, coach, Widyaiswara serta unsur lembaga pembina diklat, dari 30 peserta Diklatpim tingkat III angkatan I tahun 2019 tersebut ditetapkan tingkat kelulusan dengan predikat Sangat Memuaskan sebanyak 17 orang, predikat Memuaskan 13 orang dan predikat kurang memuaskan hanya 1 orang.

Sedangkan 30 peserta Diklat tingkat IV, ditetapkan 10 orang lulus dengan predikat sangat memuaskan, 17 orang lulus dengan predikat memuaskan serta 3 orang lulus dengan predikat kurang memuaskan.

Jubir Memuaskan

Salah satu peserta Diklatpim III yaitu Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani, yang mendapat peringkat kelulusan Sangat Memuaskan. Ia menggambarkan suasana pelatihan yang menggairahkan. Materi-materi yang diberikan sangat inspiratif bagi perubahan birokrasi di instansi masing-masing peserta pelatihan.

“Materi yang diberikan dapat merangsang inspirasi perubahan di lingkungan birokrasi Pemetintah Aceh,” katanya.

Menurut Jubir SAG, fasilitas BPSDM Aceh perlu ditingkatkan. Asrama tinggal peserta pelatihan dinilai sudah termakan usia dan selayaknya direnovasi. Begitu juga jumlah ruang belajar yang cuma 12 buah itu tidak cukup lagi karena semua kegiatan pelatihan berlangsung di BPSDM itu.

Yang lebih mendesak, lanjutnya, fasilitas laboratorium komputer. Apalagi pelatihan-latihan yang akan datang sudah menggunakan sistem e-learning. Sebagai kawah candradimuka Pemerintah Aceh, sudah selayaknya BPSDM menjadi prioritas pembenahan.

“BPSDM itu kawah candradimuka bagi pengembangan aparatur Pemerintah Aceh, sudah selayaknya memiliki fasilitas digital yang representatif,” ujarnya.

 

Komentar