IMG 20201124 WA0018
Perbaikan saluran air PDAM Tirta Daroy. (Foto/Ist)

PM, Banda Aceh – Pipa induk atau pipa transmisi air baku PDAM Tirta Daroy yang menghubungkan Water Intake dengan Water Treatment Plant (WTP) mengalami kebocoran. Akibatnya, suplai air ke pelanggan terhenti.

Direktur Teknik PDAM Tirta Daroy Irwandi ST MT didampingi Kabag Umum, Azhari, yang memantau langsung proses perbaikan di kawasan Water Intake di Lambaro, Aceh Besar, mengatakan dampak dari kebocoran tersebut pelayanan PDAM Tirta Daroy di sejumlah wilayah terhenti.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini, pekerjaan perbaikan pipa bocor tersebut telah selesai kita lakukan. Tim kita di lapangan sedang melakukan proses normalisasi supaya pelanggan lebih cepat dapat air kembali,” ujar Wandi, Selasa.

Ia juga mengatakan, untuk proses normalisasi wilayah yang dekat dengan WTP akan lebih cepat teraliri air, sedangkan wilayah yang jauh dan pesisir akan memakan waktu lebih lama.

“Karena proses normalisasi berhubungan dengan jarak dan diameter pipa,” kata dia lagi.

Wandi menyebutkan, perbaikan dilakukan sejak pukul 11.00 WIB, dan selesai pada sore setelah Ashar, dan proses distribusi air terpaksa di ‘shut down’ selama itu.

“Dampak ke pelanggan air mati total selama masa perbaikan tersebut, setelah proses perbaikan selesai satu jam ke depan daerah-daerah yang dekat akan normal kembali,” ungkapnya.

Di samping itu, jika pipa kosong maka ada udara yang terjebak di dalam pipa. “Jadi proses normalisasi ini tidak sama semua. Seperti daerah kecamatan Meuraxa dan sebagian di Kutaraja akan sedikit memakan waktu,” kata Wandi.

Dikonfirmasi terpisah, Dirut PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub (Ampon Aiyub) mengatakan, kendala teknis sering kali terjadi, baik itu di lokasi produksi air maupun pada pipa-pipa di lapangan.

“Saat ini sedang masanya kami terus berbenah. Kami sangat memohon maaf atas ketidaknyamanannya selama ini. Jika ada hambatan yang terjadi silakan hubungi call center kami (0821 6666 6212) dan segera kami tugaskan tim untuk bertindak,” kata Ampon Aiyub. (*)

Komentar