PM, Pidie Jaya – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, kembali meraih penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan daerah tahun anggaran 2017, dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI, perwakilan Aceh.

Raihan Opini WTP yang diserahkan oleh BPK tersebut, merupakan yang keempat kalinya sejak daerah tersebut dimekarkan dari Pidie pada tahun 2007 silam. Dan untuk yang ketiga kali secara berturut- turut di bawah kepemimpinan Aiyub Abbas-Said Mulyadi sejak dilantik sebagai Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Pidie jaya, tahun 2014 lalu.

Penyerahan dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) berlangsung di gedung BPK RI perwakilan Aceh, Selasa (5/6), diserahkan langsung oleh kepala BPK Isman Rusdi, kepada Pejabat sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Pidie Jaya, Kamaruddin Andalah, serta disaksikan ketua DPRK setempat, Armia Harun Sekda, Abd Rahman, Kepala BPKKD, Diwarsyah, Kepala Inpektorat, Jamian, Sekwan.

Pjs Bupati Kabupaten Pidie Jaya, Kamaruddin Andalah, Selasa (5/6) mengatakan, raihan opini WTP tiga kali secara beruntun menunjukkan, pemerintah setempat berhasil mempertahankan status terbaik dalam hal pengelolaan keuangan daerah, terhitung tahun 2015, 2016, 2017.

“Predikat ini tidak mungkin diperoleh jika tidak dibarengi kerja keras, keikhlasan, komitmen dan konsistensi  semua jajaran di lingkungan Pidie Jaya. Keberhasilan ini juga dimaknai sebagai upaya maksimal dalam mengikuti ketentuan-ketentuan perundang-undangan terutama dalam bidang keuangan,” paparnya.

Katanya, opini WTP tiga kali berturut-turut di masa Bupati Aiyub Abbas dan Wakil Bupati Said Mulyadi, sangatlah membahagiakan masyarakat Kabupaten Pidie Jaya. “Karena kepemimpinan Bupati Aiyub Abbas telah berjalan pada jalur yang baik,” katanya.

Semantara itu Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD) Kabupaten Pidie Jaya, M Diwarsyah mengatakan, raihan opini WTP tiga kali secara berturut-turut, menunjukkan tata cara pengelolaan keuangan Kabupaten Pidie Jaya sudah sangat baik.()

Komentar