gibran menyampaikan visi misi dalam debat cawapres 2024 1703252921
Gibran Rakabuming Raka dalam Debat Cawapres 2024, Jumat, 22 Desember 2024.

PM, Jakarta – Penampilan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 mendapat pujian dan sentimen positif di media sosial setelah mengikuti debat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center pada Jumat (22/12) malam.

Riset dari Continuum Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menunjukkan bahwa dalam percakapan di platform media sosial X (Twitter), Gibran meraih sentimen positif sebesar 77,69 persen, mengungguli Mahfud MD dengan 64,03 persen, dan Muhaimin Iskandar hanya mencapai 4,27 persen penilaian positif netizen.

Menurut Continuum INDEF, rendahnya sentimen positif untuk Cak Imin (Muhaimin Iskandar) disebabkan oleh penilaian netizen terhadap performanya yang dinilai kurang, yang dapat memengaruhi elektabilitasnya bersama Anies.

Riset juga menggambarkan bahwa mayoritas netizen menganggap penampilan Gibran sangat dominan dan menguasai panggung. Sebanyak 70,7 persen menilai Gibran berpenampilan keren dan dominan, sedangkan 16,3 persen menilai bahwa Gibran menguasai materi debat dengan baik.

Gibran juga menjadi sorotan utama di platform lain seperti YouTube, disorot dalam 30 ribu komentar dengan banyak menyebutnya sebagai ‘cawapres keren’ berdasarkan data Word Cloud.

Meskipun meraih pujian, Gibran juga mendapat sentimen negatif, terutama terkait sikap yang dinilai sombong oleh beberapa netizen. Continuum mencatat bahwa di sisi lain, Gibran juga dianggap sebagai sosok yang sombong dan emosional tinggi saat berdebat dengan calon lainnya.

Debat kedua Pilpres 2024, yang diselenggarakan oleh KPU di Jakarta Convention Center, melibatkan para calon wakil presiden, termasuk Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD, dengan tema fokus pada ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, investasi, pajak, perdagangan, pengelolaan APBN/APBD, infrastruktur, dan perkotaan. Gibran mencuri perhatian terutama dengan penggunaan istilah-istilah asing seperti carbon capture and storage (CCS) dan State of the Global Islamic Economy.

Komentar