Ilustrasi: swarnanews

PM, Aceh Utara – Dana desa tahun 2017 sebesar Rp 17, 9 miliar hingga kini belum dicairkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Dana itu bervariasi dari Rp 18 juta hingga Rp 25 juta per desa untuk 852 desa di Kabupaten Aceh Utara.

Ketua Asosiasi Geuchik Aceh Utara (Asgara), Abubakar, Sabtu (3/11) menyebutkan dana itu peruntukan untuk operasional kepala desa, dana kepemudaan dan majelis taklim.

“Kita ingin dana itu dicairkan. Kalau tidak, maka kepala desa akan berutang, karena kegiatan sudah berlangsung,” sebut Abubakar seperti dilansir dari kompas.com. Dia menyebutkan persoalan itu telah disampaikan ke DPRK Aceh Utara. Dewan, sambung Abubakar, mendorong agar pemerintah kabupaten mencairkan dana desa tahun lalu itu pada tahun ini.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, Zubir HT membenarkan hal tersebut. Dia menyebutkan, DPRK Aceh Utara sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk pencairan dana desa 2017 itu.

“Komitmennya sudah ada agar dicairkan. Selambat-lambatnya awal Desember 2018 ini,” kata Zubir.

Adapun Kepala Bagian Humas Pemerintah Aceh Utara, Teuku Nadirsyah, menyebutkan pemerintah berupaya mencairkan dana desa 2017 itu. “Itu kewajiban Pemda yang harus di bayar. Namun untuk sumber APBK 2018 tidak tertampung karena defisit. Meski begitu kita sedang berusaha. Kalau pun tidak cair tahun ini, maka diprioritaskan pada anggaran tahun 2019,” pungkasnya.

[kompas.com]

Komentar