ilustrasi maling ilustrasi pencuri ilustari pembobolan
Foto: Ilustrasi/Istimewa

PM, Jakarta – Ditutupnya sejumlah objek wisata akibat pandemi Covid-19 bukan hanya membuat objek wisata kehilangan wisatawan. Tapi kondisi itu juga membuat objek wisata kehilangan berbagai barang dan fasilitas, seperti yang terjadi di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin Ikhsan Al-Haq mengatakan banyak terjadi kasus pencurian terhadap fasilitas objek wisata pada masa pandemi. “Kursi-kursi santai di objek wisata siring sungai dan di trotoar Jalan A Yani juga di Jalan Sudirman banyak yang hilang diambil oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya, Senin, 8 Maret 2021.

Tidak hanya kursi yang hilang, namun juga besi pagar siring sungai. Selain itu, ada fasilitas objek wisata yang dirusak oleh tangan jahil.

“Bahkan kamera CCTV juga dicuri, kalau bola lampu itu sudah tidak terhitung lagi,” kata Ikhsan. Misalnya kejadian pencurian di objek wisata siring Sungai Martapura.

Ikhsan menyatakan sudah meminta Unit Pelaksanaan Tugas (UPT) di objek wisata siring Sungai Martapura di Jalan Piare Tender untuk tidak lengah menjaga fasilitas wisata di daerah tersebut. “Ini jangka pendeknya dulu, bersama aparat di sana untuk menjaga aset-aset tidak dicuri atau dirusak lagi,” ujarnya.

Ia juga meminta pada pihak UPT untuk melaporkan ke aparat berwajib hilangnya sejumlah fasilitas pariwisata. “Memang sulit juga menjaga objek wisata itu, karena terbuka, kan tidak mungkin mengawasi 24 jam,” kata Ikhsan.

Karena itu, pihaknya sudah mengusulkan agar wilayah objek wisata siring sungai dipagar dan dibuat jalur pintu masuknya. “Jadi lebih maksimal pengawasan kalau demikian,” ujarnya.

Ikhsan mengatakan hingga kini, pemerintah kota belum membuka semua objek wisata termasuk siring sungai. “Karena kasus Covid-19 di daerah kita masih tinggi, jadi semuanya harus menyadari itu, sabar dulu untuk berwisata di mana banyak kerumunan di sana,” kata dia.

Sumber: Tempo.co

Komentar