Lebih Sepekan, Pembersihan TPA Rantau Masih Berlangsung

Di Aceh Tamiang, saya meninjau TPA dan IPLT Rantau, fasilitas yang mungkin jarang terlihat, namu
Proses pembersihan infrastruktur sanitasi di Aceh Tamiang. [Dok. KemenPU]

PM, Banda Aceh – Dalam 10 hari terakhir, proses pembersihan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rantau dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Rantau di Kabupaten Aceh Tamiang masih berlangsung.

Pembersihan ini dilakukan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secara intensif, dengan memberdayakan masyarakat setempat.

Saat berkunjung langsung ke lokasi, Selasa lalu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan bakal terus mengawal pemulihan infrastruktur sanitasi tersebut.

Saat meninjau kondisi bangunan, unit pengolahan, serta akses operasional di kawasan TPA dan IPLT, Dody mengatakan layanan sanitasi itu bakal kembali berfungsi sesegera mungkin.

“Sanitasi adalah kebutuhan dasar warga yang tidak boleh terhenti terlalu lama. Gangguan layanan sanitasi berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan pencemaran lingkungan jika tidak segera ditangani,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kemen-PU, Rabu (21/1/2026).

Pemulihan infrastruktur sanitasi, kata dia, menjadi salah satu prioritas utama pascabencana.

Karena itu Dody meminta seluruh jajaran teknis untuk bekerja cepat, namun tetap mengedepankan aspek keselamatan.

Hingga kini, pembersihan masih terus berlangsung, fokusnya pada pengangkutan sedimen, sampah, serta material sisa banjir yang menghambat operasional.

“Kehadiran masyarakat dalam program padat karya turut mempercepat proses pemulihan di lapangan,” terangnya.

TPA dan IPLT Rantau menjadi prioritas penanganan melalui sejumlah langkah teknis yang terukur.

Penanganan meliputi pembersihan area utama, perbaikan akses masuk, serta rehabilitasi unit pengolahan lumpur tinja. Struktur bangunan dan sistem pendukung juga diperiksa.

Menteri Dody mengaku terus memantau progres pemulihan hingga seluruh fasilitas kembali beroperasi normal.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan penanganan pascabencana. []

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Direktur RSJ Aceh dan Tim mengantar 5 pasien jiwa sembuh klinis yang beralamat di kabupaten Simeulue diterima secara simbolis oleh Bupati Simeulue di Aula Poliklinik RSUD Simeulue, Sabtu (15/03/2025). Foto: Humas RSJ Aceh
Direktur RSJ Aceh dan Tim mengantar 5 pasien jiwa sembuh klinis yang beralamat di kabupaten Simeulue diterima secara simbolis oleh Bupati Simeulue di Aula Poliklinik RSUD Simeulue, Sabtu (15/03/2025). Foto: Humas RSJ Aceh

Direktur RSJ Aceh : Semua Pasien Kurang Mampu Semua Kami Terima