PM, Bireuen—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rangkaian kegiatan tingkat nasional di beberapa kota besar di Indonesia, termasuk Aceh yang dipusatkan di Kota Lhokseumawe.

KPK mengadakan Seminar Movie Day ACFFest 2015 dan Festival Film Anti Korupsi (Anti Coruption Film Festival/ACFFest) tingkat nasional yang dilaksanakan 25-26 Agustus 2015 di Gor ACC Universitas Malikul Saleh. Acara itu dibuka Rektor Universitas Malikul Saleh Prof Dr Apridar SE MSi. Seminar Movie Day ACFFest dihadiri lebih kurang 400 peserta dari kalangan siswa, guru, dan umum.

Sementara untuk Festival Film ACFFest, KPK memilih dua belas tim yang mendapatkan golden tiket untuk mengikuti presentasi film langsung di hadapan panelis KPK. Golden tiket tersebut diperoleh Noviati MR (Bireuen), Irfan Emersida (Lhokseumawe), Nazaruddin (Jabal Gafur), Bagus Indrawan (Lhokseumawe), Diralia Safitri (Komunitas PSKI), Delfi Andri (Movie Inspiration Class), M Zia Ulhaq (Lhokseumawe), Rahmat Setiawan (Bireuen), Muhajir (Pidie), Fuad Rizky (Banda Aceh), Teuku Ferdian Syahputra (Univ. Malikul Saleh), Mulyani Safira ( Modal Bangsa).

Usai presentasi, para panelis yang terdiri dari tiga kalangan yakni Dotty Rahmatiyasih (KPK), Fadhila Ayu Hapsari (Msi), dan Danial Rifki (Sutradara Film Layar Lebar La Tahzan dan Haji Backpaker) memutuskan nominasi tiga besar, yakni Kanot Bu sutradara Noviati MR (Bireuen), Merdeka sutradara Muhajir (Pidie) dan Seragam Merah Putih sutradara Delfi Andri (Movie Inspiration Class). Ketiganya akan bertarung kembali memperebutkan posisi satu untuk mewakili Aceh pada 26 Agustus 2015 dala pitching forum.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana Awaluddin Arifin SIKom MIKom yang didampingi media partner kegiatan yakni Aceh Documentary, M Fauzi Ulpa dan Sekolah Anti Korupsi Aceh (SAKA) mengharapkan, semoga film yang nantinya mewakili Aceh mampu mengkomunikasikan kepada publik akan dampak buruk prilaku korup.

[PM002]

 

 

Komentar