PM, Meureudu – Komunitas Tokoh Masyarakat Pidie (TOMPi), menyalurkan bantuan sepatu baru dan kaus kaki kepada sejumlah anak korban banjir dan yatim di Pidie Jaya.
Sepatu baru tersebut diserahkan komunitas TOMPi kepada 46 anak Sekolah Dasar (SD) yang telah dikumpulkan geuchiek bersama dengan orang tuanya di Mushola Desa Dayah Husen, Pidie Jaya, Jumat lalu.
“Sumbangan tersebut bentuk komitmen warga Pidie perantauan yang ingin berbagi di saat saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah, dana kami kumpulkan dari teman-teman sesama perantauan,” kata Sekjen TOMPi, Muhammad Nur.
Tak hanya di berbagai daerah, perantauan yang terlibat menyumbang juga dari mereka yang merantau di luar negeri.
Ia mengatakan, bahwa masyarakat Pidie Jaya dan Pidie ibarat satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh yang sakit, maka yang lain juga ikut merasakannya.
“Kita terhubung secara tali sejarah dan ikatan emosional,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, seluruh dana yang terkumpul telah disalurkan secara utuh untuk anak korban banjir dan yatim berdasarkan data yang diserahkan oleh perangkat desa, tanpa potongan biaya sedikitpun untuk amil atau operasional TOMPi.
“Alhamdulillah, ini adalah kengiatan sosial yang ketiga dan perdana di Pidie Jaya, kita sedang mendorong nilai–nilai edukasi, untuk menghubungkan tali ikatan antara diaspora dengan generasi muda di Aceh, komunikasi lintas daerah dan negara ini perlu dibangun lewat sumbangan sedekah ini,” katanya menambahkan.
Selain itu, ujarnya, sepatu sekolah ini boleh ditukar kembali ke Toko Citra Permata di Beureunuen, apabila ukurannya nanti ada yang tidak sesuai.
“Kami sudah membuat komitmen dengan pemilik ruko tersebut,” kata salah satu anggota komunitas, Taufik Abdullah.
Seorang anak yang menerima bantuan, Rafika Salsabila, mengaku senang dan bahagia saat menerima bantuan tersebut.
“Kami sangat membutuhkannya untuk ke sekolah, doakan agar penyumbang diberikan kemudahan dan kelapangan raseki,” ucapnya saat didampingi orang tuanya.
Peyerahan paket ini dilakukan secara simbolis antara lain oleh Bustami Ahmad, H Jamaluddin, Taufik Abdullah, Martunis, Lutfi, dan Hasan Basri.
H Jamaluddin yang hadir di acara tersebut merasa terharu melihat keceriaan anak korban banjir dan yatim di Desa Dayah Husen.
“TOMPi memilih lokasi musibah dan penyaluran bantuan secara by name by data sehingga tepat sasaran dan tepat guna sesuai kebutuhan anak anak di lapangan,” ujarnya. []
Belum ada komentar