Tapaktuan, PM—Hingga Juli 2015 jajaran Kodim 0107/Aceh Selatan telah merampungkan pembangunan fasilitas Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) sebanyak 104 unit di seluruh wilayah kabupaten penghasil pala itu. Program bantuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat ini terus berlanjut dan ditargetkan mencapai 1.000 unit.

“Kami telah menyelesaikan pembangunan 104 MCK di 18 kecamatan. Fasilitas untuk meningkatan kesehatan dan upaya mengantisipati MCK berjalan di lingkungan masyarakat itu khusus diprogramkan oleh TNI agar tercipta kebersihan di tengah-tengah masyarakat. Jajaran TNI menargetkan akan membangun 1.000 MCK secara bertahap,” kata Komandan Kodim Aceh Selatan, Letkol Inf Hasandi Lubis, Sip di Tapaktuan, Rabu (29/7).

Menurutnya, MCK yang sudah dibangun, baik untuk umum maupun bantuan rumah pribadi masyarakat itu, bersumber anggaran dari dana Karya Bhakti Kodim 0107/Aceh Selatan  tahun 2015.

“Kita prihatin dengan kondisi masyarakat yang masih membuang hajat di sembarangan tempat. Didasari fenomena yang didapati di lapangan itu, kami telah membangun 104 MCK dan direncanakan akan terus membangun 1.000 MCK di kawasan penduduk yang belum memiliki fasilitas itu,” ujar Hasandi Lubis.

Lanjut Dandim, program kemasyarakatan yang digulir jajaran TNI itu tentunya tidak semudah membalik telapak tangan jika tidak mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada Pemkab Aceh Selatan berkenan menyalurkan bantuan dengan cara  mengalokasikan dana untuk mensukseskan program tersebut.

“Pembangunan MCK difokuskan di lokasi-lokasi yang memiliki sarana air. Sehingga kebersihan dan keberadaan fasilitas umum itu bisa terjaga dengan baik dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kesehatan. Sebanyak 104 unit MCK yang disebutkan  itu sudah bisa dimanfaatkan, selebihnya masih dalam proses pekerjaan,” terangnya.

Disinggung tentang upaya peningkatan swasembada pangan di Aceh Selatan, Letkol Inf Hasandi Lubis, Sip mengaku daerah itu masih tertinggal dari kabupaten lain sebagai zona prioritas, meskipun Aceh Selatan memiliki lahan yang luas dan tingkat kesuburan tanah yang menjanjikan. Padahal program peningkatan swasembada pangan tersebut merupakan program prioritas  pemerintah.

“Saat ini kita berada diperingkat 17 dari 18 kabupaten yang diterapkan sebagai kawasan meningkatan swasembada pangan di Provinsi Aceh. Selaku Dandim yang baru ditugaskan di Aceh Selatan, saya berusaha keras memperbaiki dan mengejar ketertinggalan itu. Langkah awal, Kodim 0107 sedang berusaha meminjampakaikan hand traktor ukuran besar dari Dinas Pertanian Aceh Selatan. Strategi ini akan mempercepat perjuangan kearah suksesnya program swasembada pangan,” pungkas Dandim.[Hendrik Meukek]

Komentar