Audiensi warga kopelma ke Gubernur Aceh
Warga Kopelma Darussalam beraudiensi ke Pendopo Gubernur Aceh, Jumat (8/1/2021). (Foto/Humas)

PM, Banda Aceh – Forum Warga Kota Pelajar dan Mahasiswa (Kopelma) Darussalam meminta bantuan Gubernur Aceh untuk mempertahankan lingkungan tempat tinggal mereka dari penggusuran.

“Kopelma merupakan kawasan bersejarah yang harus dilestarikan keberadaannya,” kata warga Kopelma dan juga akademisi, Otto Syamsuddin Ishak kepada gubernur dalam kegiatan audiensi, Jumat (8/1/2021) di pendopo.

Situs sejarah di Kopelma Darussalam yang dimaksud Otto, yakni monumen perdamaian pasca Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Ia menegaskan, “Kopelma Darussalam adalah haritage site dari sejarah perdamaian DI/TII dan pusat pendidikan.”

Sebelumnya, wacana penghapusan rumah dinas di Kopelma dikabarkan terkait dengan rencana pengembangan kampus Universitas Syiah Kuala. Kampus ini berencana akan membangun gedung Fakultas Hukum dan gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, yang otomatis akan menggusur pemukiman warga di sekitarnya.

Dalam audiensi itu Otto didampingi belasan warga Kopelma lainnya yang terdiri dari pensiunan dosen, istri pensiunan dosen, hingga anak mantan dosen.

Mereka mengaku resah dengan rencana penghapusan rumah dinas yang selama ini ditempati keluarga besar mantan dosen itu. Selain itu, kata Otto, keluarga yang tinggal di sana umumnya tidak memiliki tempat tinggal lain, terlebih kondisi mereka yang umumnya sudah tua renta.

Baca juga Setelah Dirintangi Gerbang Kopelma

Sementara itu, Gubernur Nova Iriansyah mengaku paham dengan kondisi warga tersebut. Ia meminta warga bersabar dan berjanji akan menelaah lebih lanjut soal status Kopelma.

“Kami akan mencoba menelaah dan mempelajari informasi yang bapak ibu sampaikan,” ujar Nova. (*)

Komentar