Salah satu Becak di Gayo Lues menaikan penumpang anak SD melebihi kapasitas hingga sebagian naik di belakang bak becak. Foto: Anuar Syahadat.

PM, Blangkejeren – Keselamatan pelajar yang menumpangi kendaraan becak mesin di kabupaten Gayo Lues saat pulang sekolah mengkhawatirkan. Secara ugal-ugalan, pelajar tersebut berdesakan di belakang dan samping bak kendaraan roda tiga yang melintasi jalan curam pegunungan.

Suwardi, salah satu warga Blangkejeren, Sabtu (8/8), mengharapkan penarik becak mesin setempat menjaga keselamatan penumpang. Salah satu caranya tidak mengizinkan penumpang naik jika kapasitasnya berlebihan.

“Kadang sebuah becak menaikkan enam hingga tujuh orang pelajar yang pulang sekolah. Yang menjadi masalah, ongkos penumpang diambil per kepala. Semakin banyak siswa yang naik ke atas becak itu, maka ongkosnya juga bertambah,” kata Suwardi.

Suwardi menyebutkan, misalnya ongkos becak Rp 10.000 per orang, kalau sekali angkut ada penumpang 7 orang maka sudah Rp 70.000. Ia mengharapkan wali murid mengingatkan anak-anak mereka supaya tidak naik becak apabila melebihi kapasitas.

“Kita harus mencegah terjadinya hal-hal yang buruk mengingat masa depan anak masih panjang. Saya harap, penegak hukum menilang becak yang tidak menghiraukan keselamatan penumpang,” kata Suwardi.

(PM 005)

Komentar