Ilustrasi
Ilustrasi

Sinabang – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK-N) I Salang, Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue, Radian Ahmad yang hilang saat  mandi laut di pantai Lhok Bahe, desa setempat, Sabtu (20/10)  ditemukan tak bernyawa, Senin (22/10) sekira pukul 18.00 WIB.

Jasad korban yang sudah dua hari dua  malam dalam pencarian itu, pertama ditemukan Kepala Desa Jaya Baru, Amil Fajri dan Anaknya Landasan Waris, 9 tahun ketika  melintasi pantai Lhok Bahe dengan berspeda motor.

Menurut Amil Fajri, sore itu dia dan anaknya bersepeda motor dari Desa Jaya Baru hendak ke desa tetangganya, Desa Meunafa melewati Jalan Pantai Lhok Bahe.

“Tiba-tiba anak saya melihat ada mayat mengapung di permukaan laut yang bergelombang, dengan kedalaman  sekitar 2 meter. Setelah saya perhatikan ternyata yang mengapung itu memang mayat manusia. Saya langsung berteriak memanggil warga yang sedang mencari jasad korban,” kata Amil Fajri yang juga Kepala Desa Jaya Baru.

Kata dia, lokasi penemuan jasad korban tidak jauh dengan lokasi korban menghilang pada Sabtu siang. “Jasad korban ditemukan  lebih kurang 400 meter dari lokasi kejadian,” rincinya.

Kapolres Simeulue  AKBP Parluatan Siregar MH, melalui Kapolsek Salang, Aiptu Sahriamin, yang dihubungi terpisah mengatakan kondisi jasad korban masih utuh dan masih berpakaian lengkap, namun sudah tidak bernyawa.

“Setelah kita visum di lokasi penemuan korban, pihak keluarga langsung membawa jasad korban ke rumah korban di Desa Bunga, Kecamatan Salang untuk dikebumikan,” kata Kapolsek.

Radian Ahmad, S.Pd merupakan Kepala SMK Negeri 1 Salang, Kecamatan Salang, Kabupaten Simeuue. Ia hilang saat mandi laut di Pantai Lhok Bahe, Desa Jaya Baru, Kecamatan Salang, sekira pukul 14:00 WIB, Sabtu (20/10). Pada hari itu korban sedang berekreasi bersama sejumlah murid dan guru dari sekolahnya. (min/ahm)

Komentar