Beras Miskin Bulog
Ilustrasi beras bulog. [Dok. Ist]

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia rutin mengimpor beras dari berbagai negara tiap tahunnya.

Pada 2019, misalnya, Indonesia tercatat mengimpor 444 ribu ton. Sementara di tahun 2020 volume impor beras mencapai 356 ribu ton.

Deputi Bidang Neraca dan Analis BPS Sri Soelistyowati mengatakan beras yang masuk pada 2019 dan 2020 tersebut berbeda dengan beras impor sebanyak 1,8 juta ton yang dilakukan Bulog berdasarkan penugasan dari pemerintah pada 2018.

Beras-beras tersebut, kata dia, biasanya memiliki jenis tertentu dan kebutuhannya juga dikhususkan seperti untuk penderita diabetes, diet dan penyakit lainnya.

“Dan biasanya jumlahnya tidak terlalu besar karena bukan untuk yang dikonsumsi secara umum,” ucapnya saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com pada Sabtu (27/3/2021).

Beras impor di luar penugasan pemerintah tersebut juga sempat jadi sorotan komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat rapat bersama Kementerian Pertanian pada Januari lalu.

Saat itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Golkar Dedi Mulyadi mengaku mendapatkan informasi beras impor asal Vietnam bocor dan merembes ke pasar tradisional dengan harga lebih murah dari beras medium dari dalam negeri.

Dedi langsung mengonfirmasi hal tersebut khawatir kebocoran tersebut bisa membuat harga beras turun karena kelebihan pasokan dan merugikan petani.

“Karena kalau beras Rp9.000 masuk sekarang, wassalam petani Pak, pasti jatuh lagi. Jangan sampai sudah harga beras jatuh, harga pupuk naik, mau dibunuh petani?” katanya.

Informasi itu pun dibenarkan langsung oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi. “Memang benar ditemukan beras yasmin masuk ke (Pasar) Cipinang,” jawab Suwandi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan tidak ada beras impor yang masuk hingga Juni 2021. Ia juga menyebut sudah hampir tiga tahun Indonesia tidak melakukan impor beras.

Hal itu ia lontarkan untuk menanggapi polemik wacana impor beras yang mengemuka selama beberapa waktu terakhir.

“Saya pastikan sampai bulan Juni 2021 tidak ada beras impor yang masuk ke negara kita Indonesia. Kita tahu sudah hampir tiga tahun ini kita tidak mengimpor beras,” ujar Jokowi dalam konferensi pers virtual di Youtube Sekretariat Presiden, kemarin.

Jokowi mengungkapkan pemerintah memang memiliki nota kesepahaman (MoU) impor beras dengan Vietnam dan Thailand. Namun, lanjutnya, itu hanya untuk berjaga-jaga di tengah pandemi yang penuh ketidakpastian.

“Saya tegaskan sekali lagi, berasnya belum masuk,” tegasnya.

Sumber: CNN Indonesia