Listrik Padam, Pasangan Muda Lirik Kafe Remang-Remang
Listrik Padam, Pasangan Muda Lirik Kafe Remang-Remang

PM, Banda Aceh – Kamis, 16 September 2021. Lantunan kitab suci mulai terdengar dari corong-corong pengeras suara. Matahari sudah sedari tadi bersembunyi di balik Selat Malaka. Suasana kian gelap. Sementara bising nyamuk kian riuh mengusik telinga.

Desi, salah satu warga Prada Banda Aceh baru saja selesai mematikan api di kompor gas, di dapur rumahnya. Perempuan beranak dua tersebut sedang bersiap-siap mengatur makanan untuk menu berbuka puasa. Hari ini, Desi melaksanakan puasa sunnah Senin-Kamis. Dia mencoba menghidupkan lampu ruangan. Namun, listrik tak kunjung mengantar arus seperti biasanya. Desi kemudian keluar dan bertanya pada para tetangga, “mati lampu ya?”

Kondisi serupa tak hanya dialami Desi di Gampong Prada, Banda Aceh. Namun, beberapa warga lain juga mengeluhkan listik tidak mengalir pada petang Kamis tadi.

Husaini, salah satu warga Lueng Bata, misalnya. Dia menanyakan apakah ada informasi terkait pemadaman listrik petang itu. Pertanyaan tersebut langsung bersambut oleh rekan-rekan Husaini, yang mengatakan kawasan Cot Irie Aceh Besar juga mengalami hal serupa.

Selain Prada, Lueng Bata, dan Cot Irie, pemadaman listrik juga dialami oleh warga Lamprit, Ulee Kareng, Peukan Bada, Lhoksukon Aceh Utara dan bahkan sebagian warga Aceh lainnya.

Padahal, Aceh baru saja disambangi oleh Presiden RI Joko Widodo dalam rangka meninjau vaksinasi massal yang dilaksanakan Badan Intelijen Negara (BIN). Guna menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh bahkan turut menyiagakan petugas di wilayah dan peralatan penunjang guna menjaga kontinuitas pasokan listrik.

Plt Senior Manager Distribusi Edi Saputra bahkan mengatakan saat ini kondisi kelistrikan di Aceh dalam keadaan normal, sehingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut optimis jika kedatangan Jokowi ke Aceh tidak akan terkendala oleh listrik, seandainya diperlukan.

Namun jaminan ketersediaan arus listrik tersebut hanya ketika Jokowi ada di Aceh. Tepat petang berganti malam, ketika pesawat yang ditumpangi sang Presiden hengkang, Aceh hening dan gelap meski sesaat. Sontak kondisi tersebut membuat ramai orang banyak bersenandung tentang kondisi kelistrikan Aceh, tentang romantika menjelang puasa yang biasanya arus listrik byarpet, hingga nasib listrik Aceh yang masih “di-suplay” dari dan ke provinsi tetangga.

Sejatinya Aceh baru saja mendapat kabar gembira lantaran kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) II Arun yang memiliki kapasitas 250 megawatt (MW). PLTMG ini bahkan disebut-sebut mampu memenuhi pasokan listrik ke seluruh Aceh dan sebagian Sumatera Utara. PLTMG itu sudah beroperasi penuh sejak 10 Februari 2021.

Selain itu, Aceh seharusnya juga memiliki pasokan listrik dari berbagai pembangkit tenaga diesel dan tenaga uap yang tersebar dari Banda Aceh hingga Gayo Lues. Namun, pembangkit-pembangkit listrik itu seakan belum mampu meminimalisir gangguan seperti yang dialami petang Kamis tadi.

Inilah yang membuat Manajer Komunikasi dan Tjsl PLN UIW Aceh T Bahrul Halid meminta maaf kepada masyarakat Aceh. Dia mengakui terjadi masalah pada SUTT 150 kV Pangkalan Brandan – Langsa sehingga bersebab terjadi gangguan listrik untuk sebagian daerah Serambi Mekkah pada pukul 17.57 WIB.

“Petugas kita sedang di lapangan dan mudah-mudahan bisa segera teratasi. Kami juga mohon doa kepada seluruh pelanggan agar diberi kemudahan dalam mengatasi keadaan ini,” kata Bahrul Halid kepada awak media.

***

Di kejauhan, sayup-sayup terdengar zikir usai salat maghrib berkumandang dari meunasah dan masjid yang ada di Aceh. Pelita mulai terlihat di sana sini, menyala, menerangi ruangan hingga jalan-jalan di sudut desa. Desi menghela nafas panjang, mencuci tangan usai menyantap makanan buka puasa dan bergegas mengambil wudhu untuk salat. “Alhamdulillah,” ujarnya lega, meski sedari tadi meraba-raba piring nasi tanpa pelita.[]

Komentar