India Bentuk Undang-undang Larangan Mata Uang Kripto

11001442
Foto: Istimewa

PM, NEW DELHI — India akan membuat undang-undang berisi larangan mata uang kripto dari perusahaan swasta, sementara mereka sedang merancang mata uang digital resmi dari bank sentral.

Reuters, dikutip Ahad (31/1), menuliskan agenda yang dimuat di laman majelis rendah India menyatakan undang-undang tersebut akan “memberikan kerangka kerja fasilitasi untuk pembuatan mata uang digital yang dikeluarkan oleh Reserve Bank of India (RBI)”.

Undang-undang tersebut akan melarang semua mata uang kripto swasta, namun, akan ada pengecualian untuk mempromosikan teknologi yang mendasari mata uang kripto dan penggunaannya.

Panel pemerintahan India pada pertengahan 2019 lalu mengusulkan melarang semua mata uang kripto swasta dengan hukuman penjara hingga 10 tahun dan denda untuk orang-orang yang terlibat dengan mata uang digital.

Sementara itu, mereka meminta pemerintah mempertimbangkan mata uang digital untuk berfungsi layaknya uang kertas, dikeluarkan oleh Reserve Bank of India. Reserve Bank of India pada 2018 meminta institusi keuangan untuk menghentikan kesepakatan dengan individu maupun bisnis, yang melibatkan mata uang virtual seperti Bitcoin.

Tapi, pada Maret 2020 lalu, Mahkamah Agung India mengizinkan bank mengurus transaksi mata uang kripto dari kurs maupun pedagang.

 

Sumber: Republika

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kanibal Brazil
Duo Kanibal Brazil. (ist)

Trio Kanibal Brasil Tertangkap

whatsapp image 2023 03 20 at 18 15 361
Pemerintah Kota Langsa menyerahkan bantuan uang meugang sebesar Rp1 miliar kepada masyarakat fakir secara simbolis di Aula Sekretariat Daerah kota Langsa, Senin (20/3/2023). [Dok. Humas]

Sambut Ramadhan, Pemkot Langsa Bagikan Uang Meugang Rp1 Miliar

Pouyis 11 feb 1 1
Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal (kedua kiri) berkantor sementara di Adana, salah satu kota terdampak gempa bumi di Turki. (Foto: ANTARA/HO-KBRI Ankara)

Bantu Korban Gempa Turki, Tim Indonesia Berkantor di Antakya