Jalan tol aceh
PT Hutama Karya (Persero) terus mengebut proyek Jalan Tol Trans Sumatera ruas Sigli-Banda Aceh (Sibanceh). (Dok Hutama Karya)

PM, Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) menargetkan penyelesaian tiga seksi ruas jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) pada Desember 2021, sehingga pihaknya terus memacu pengerjaan konstruksi jalan tersebut.

Krisna Aditya Yudha, Manajer Teknik Hutama Karya, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan mampu merampungkan seksi dua, seksi lima, dan seksi enam dari Tol Sigli–Banda Aceh di akhir tahun ini.

“Khusus seksi enam, ada dua seksi yaitu seksi mainroad dan seksi akses, tapi yang direncanakan selesai seksi enam mainroad saja,” katanya di Aceh Besar, Senin (13/9/2021).

Yudha menjelaskan, Tol Sigli–Banda Aceh memiliki total panjang 74 kilometer, yang terbagi dalam enam seksi. Dua seksi di antaranya telah beroperasi sejak beberapa bulan terakhir, yaitu seksi tiga Jantho–Indrapuri, dan seksi empat Indrapuri–Blang Bintang.

Sementara itu, tiga seksi yang ditargetkan selesai pengerjaan konstruksinya hingga akhir tahun ini adalah seksi dua Seulimum–Jantho dengan jarak 6 kilometer, dengan pembangunan fisik telah mencapai 93,37 persen.

Kemudian, seksi lima Blang Bintang–Kuta Baro sepanjang 7,7 kilometer dengan pembangunan fisik 52,94 persen, dan seksi enam Kuta Baro–Baitussalam sepanjang 5,2 kilometer dengan pembangunan fisik telah mencapai 70,26 persen.

Selain itu, seksi satu meliputi Padang Tiji–Seulimuem dengan jarak 25 kilometer, dengan pembangunan fisik baru mencapai 39,13 persen, ditargetkan rampung pada Desember 2022.

“Secara keseluruhan proses pembangunan fisik Tol Sigli–Banda Aceh ini sudah mencapai 73 persen, dan keseluruhan ruas jalan tol ini ditargetkan selesai pada Desember 2022,” kata Yudha.

Menurut Yudha, sejauh ini pengerjaan ruas tol Sibanceh berjalan dengan baik. Untuk pembebasan lahan juga telah mencapai 97 persen, dan hanya 3 persen lahan yang masih dalam pengurusan pembebasan.

“Ada beberapa lokasi yang di tengah-tengah badan jalan belum bebas, sehingga belum bisa dikerjakan. Pada seksi lima di Kecamatan Kuta Baro juga ada sekitar 1 kilometer lahan yang belum bebas karena memang di situ masih dalam proses konsinyasi,” kata Yudha.[] Sumber: Bisnis.com

Komentar