Direktur RSUD dr,Taufik melihat isi pesawat ambulance yang akan mengangkut pasien dari Gayo lues menuju Banda Aceh. Foto: Anuar Syahadat

PM, Blangkejeren – Kabupaten Gayo Lues yang terletak di daerah pegunungan mendapat jatah ambulance udara untuk mengantar pasien darurat dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ke Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh.

Ambulan udara tersebut disediakan karena jarak tempuh dari Gayo Lues menuju Banda Aceh 16 jam melalui darat. Jenis pesawat pengangkut pasien dari Gayo Lues menuju Banda Aceh adalah CesNa Caravan 208, dengan muatan satu pasien dan dua pendamping.

Ambulan udara ini stanbai di Banda Aceh dan akan menjemput pasien ke Gayo Lues dan sekitarnya jika sudah ada perintah dari Rumah Sakit Zainal Abidin. Dalam sehari, pesawat mampu mengangkut dua kali dari Gayo Lues – Banda Aceh jika cuaca memungkinkan.

Rute pertama, pesawat berangkat pukul 06:00 WIB. Jika setelah mengantar pasien ke Banda Aceh ada lagi pasien yang dirijuk, maka sekitar pukul 15:00 WIB, ambulan udara akan menjemput kembali ke Gayo Lues. Fasilitas di dalam pesawat tersebut dilengkapi dengan oksigen, satu orang dokter dan satu orang perawat.

Sem Kasimo Lamrejeki Gultom selaku office manager pesawat Ambulance Udara Gayo Lues, Kamis (13/08/2015), mengatakan, kemarin, pihaknya sudah mendaratkan pesawat di lapter Senubung. Namun pihaknya batal membawa pasien ke Banda Aceh karena setelah tiba di lapter, orang sakit sudah meninggal dunia.

Direktur RSUD Gayo Lues dr Taufik bersama dengan Tim ambulance udara dari Banda Aceh di samping pesawat jenis MAF di Lapter Senubung, Blangkejeren, Gayo Lues. Foto: Anuar Syahadat.
Direktur RSUD Gayo Lues dr Taufik bersama dengan Tim ambulance udara dari Banda Aceh di samping pesawat jenis MAF di Lapter Senubung, Blangkejeren, Gayo Lues. Foto: Anuar Syahadat.

“Hari ini kami sudah berjumpa dengan Bupati Gayo Lues di gedung DPRK menyampaikan masalah penerbangan kami. Pesawat ini hanya bisa beroperasi di siang hari saat cuaca baik. Selain Gayo Lues, pesawat ini mengangkut pasien dari Kabupaten Simeulue, Aceh Singkil, Subulussalam, dan Aceh Tenggara untuk dirujuk ke Banda Aceh yang didanai oleh APBA,” kata Kasimo.

Kadis Kesehatan dr Nefrizal yang didampinggi Direktur RSUD dr.Taufik, mengatakan, yang bisa dirujuk menggunakan ambulance udara hanya penyakit mematikan, dengan arti jika kurang dari 24 jam tidak ditagani akan meningal dunia.

“Perlu kami beritahukan kepada seluruh masyarakat Gayo Lues, pasien yang bisa naik pesawat ini seperti struk pendarahan di otak dengan kesadaran menurun, gagal ginjal akud, dan penyakit mematikan lainnya,” terangnya.

Bupati Gayo Lues H Ibnu Hasim, mengatakan, dirinya bersyukur dengan adanya ambulance udara tersebut. Seharusnya ambulance udara ini beroprasi sejak dua tahun lalu, namun karena lapter Senubung Gayo Lues baru siap, maka ambulance udara ini juga baru bisa didatangkan.

“Kita tidak tahu persis sampai kapan akan ada ambulance udara ini, yang jelas kontraknya hingga Desember 2015. Selanjutnya jika Pemerintah Aceh memperpanjang, maka akan terus berlanjut ambulance udara ini,” terangnya.

[PM005]

Komentar