Menjemur rotan. (PM/Oviyandi Emnur).
Menjemur rotan. (PM/Oviyandi Emnur).

Aceh merupakan penghasil rotan terbesar di Indonesia setelah Kalimantandan Sulawesi. Di Gampong Doy, Ulee Kareng, Banda Aceh adalah salah satu tempat penampungan rotan mentah di Provinsi paling barat Indonesia ini.

Bimo (40) adalah pemilik tempat penampungan rotan mentah ini, mengatakan, dia sudah
mendirikan tempat penampungan itu sekitar sepuluh tahun yang lalu dengan menampung 10 orang pekerja.

Mengikat rotan mentah siap untuk direbus di pengawetan. (Foto PM/Oviyandi Emnur)
Mengikat rotan mentah siap untuk direbus di pengawetan. (Foto PM/Oviyandi Emnur)

Di penampungan miliknya, dia hanya menampung bahan baku lalu menjualnya ke Jawa
Timur untuk diolah menjadi berbagai macam furniture yang akan diekspor ke mancanegara.
Bimo memasok batang rotan dari Lamteuba, Aceh Besar, yang dibeli olehnya seharga Rp
9.000 per kilogram dari petani.

Penyortiran rotan mentah untuk pengawetan (PM/Oviyandi Emnur)
Penyortiran rotan mentah untuk pengawetan (PM/Oviyandi Emnur)

Batang rotan lalu dip roses dengan cara merebusnya dengan camouran solar, tawas, dan belerang. Setelah dimasukkan ke tempat pengawetan membutuhkan cuaca yang bagus untuk dijemur di terik matahari, sehingga menjadi rotan yang siap jual. Produk rotan semakin hari makin meningkat,
seiring tingginya permintaan desain miniatur berbasis rotan.[]

Mengangkut rotan yang telah di jemur (PM/Oviyandi Emnur)
Mengangkut rotan yang telah di jemur (PM/Oviyandi Emnur)