Direktur RSUD Gayo Lues dr.Taufik bersama para dokter dan perawat berusaha menaikkan pasien gagal jantung, Jamatiyah ke atas pesawat ambulan yang dirujuk ke RSUZA Banda Aceh menggunakan Pesawat Ambulance, di Lapter Senubung Blangkejeren, Sabtu, (15/08/2015). Foto: Anuar Syahadat.

PM, Blangkejeren – Pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Gayo Lues, Jamatiyah (39) yang sakit gagal jantung terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh dengan pesawat ambulance. Pasalnya, jika tetap menggunakan mobil diperkirakan beresiko tinggi.

Direktur RSUD Gayo Lues dr.Taufik yang didampinggi Kabid Keperawatan dr.Witono di Lapangan Terbang senubung Blangkejeren, Sabtu (15/8) mengatakan, Jamatiyah yang merupakan warga gampong Raklunung itu sudah dirawat inap di RSUD Gayo Lues. Lantaran tidak ada perubahan, pihaknya merujuk ke RSUZA.

“Ini merupakan penerbangan perdana pasien dari Gayo Lues menuju Banda Aceh untuk dirujuk, dan nanti setelah sampai di Bandara Sultan Iskandar Muda, ada lagi mobil ambulance yang akan mengantar pasien ke RSUZA, dan di sana telah disediakan ruang rawat inap pasien ini,” katanya.

Sementara dr.Linda selaku spesialis penyakit dalam yang ikut mengantar pasien tersebut ke Lapter Senubung mengatakan, Jamatiyah sudah bolak balik berobat ke RSUD Gayo Lues, tetapi penyakitnya tidak separah sekarang ini, sehingga sebelumnya hanya berobat rawat jalan saja.

“Baru Empat hari yang lalu di rawat inap, karena sesaknya sudah sangat parah” katanya. Jamatiyah sendiri di atas pesawat tidak bisa berbaring selayaknya orang sakit, namun hanya terduduk lesu dengan wajah pucat.

Penerbangan Jamatiyah ke Banda Aceh didampinggi keluarganya suaminya Mukti Ali dan anaknya Syamsurli. Di samping itu ada satu dokter dan satu perawat yang akan mendapingginya selama dalam perjalanan di atas pesawat gratis itu.

“Ibu sudah siap, kalau sudah kita akan langsung terbang, dan tolong jangan dilepas sabuk pengamanya hingga pesawat mendarat di Banda Aceh, ya,” kata pilot yang memasangkan sabuk pengaman kepada Jamatiyah dan dua orang pendampingnya.

[PM005]

Komentar