Dua Bulan Pascabanjir, Pengungsi di Bireuen Masih Krisis Air Bersih

WhatsApp Image 2026 01 24 at 11.32.18
Instalasi pemurnian air (skyhydrant) yang dipasang di Gampong Kubu, Kecamatan Peusangan, Bireuen, untuk menyediakan air bersih dan sanitasi umum bagi warga terdampak banjir. [Dok. YPANBA]

PM, Bireuen– Salah satu lokasi pengungsian di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan, Bireuen telah memasang satu unit instalasi pemurnian air (skyhydrant), guna memenuhi kebutuhan dasar air bersih dan sanitasi umum di kawasan setempat.

Yayasan Perempuan dan Anak Negeri (YPANBA) bersama Jejaring Masyarakat Kemanusiaan (JMK) dan didukung Penabulu Foundation, memasang fasilitas tersebut untuk menyediakan air bersih yang layak dikonsumsi masyarakat.

Ketua YPANBA, Ruwaida menyebutkan, ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak sangat penting, terutama untuk perempuan, anak-anak, lansia, dan kelompok dengan risiko tinggi lainnya.

“Penting memastikan distribusi air bersih berjalan lancar setiap hari, di samping itu juga memastikan ruang aman bagi mereka dalam situasi tanggap darurat yang masih diperpanjang ke depan,” kata Ruwaida, Sabtu (24/1/2026).

Adanya fasilitas skyhydrant ini, ujarnya, sangat membantu warga yang masih mengungsi di area pengungsian utama di Meunasah Kubu, serta sebagian lainnya yang sudah kembali ke rumah masing-masing.

Instalasi pemurnian air ini dilengkapi dengan tiga keran dan dapat langsung digunakan sebagai air minum.

Relawan JMK, Olan Alfian, menyampaikan bahwa selain pemasangan instalasi, pihaknya juga memberikan edukasi kepada warga serta Sekretaris Desa Kubu sebagai penanggung jawab, agar kualitas air tetap terjaga dan digunakan secara aman oleh masyarakat.

Skyhydrant yang dipasang bersifat sementara dan diproyeksikan dapat mendukung kebutuhan air bersih warga hingga tiga bulan ke depan.

Menjelang bulan Ramadhan, kata dia, kebutuhan air bersih diperkirakan akan meningkat, sehingga pihaknya berharap akan ada dukungan lanjutan dari pemerintah daerah dan pihak terkait.

“Selain air bersih, kondisi fasilitas MCK di rumah-rumah warga masih belum pulih sepenuhnya dan belum mampu memenuhi kebutuhan harian. Warga berharap adanya perhatian dan bantuan lanjutan untuk pemulihan fasilitas sanitasi pascabanjir,” kata Olan.

Mereka juga berkoordinasi dengan otoritas gampong sebagai penanggung jawab agar mampu memantau kualitas air serta mengedukasi pengungsi soal penggunaanya.

Sejumlah peralatan pendukung untuk menjaga kualitas air juga telah diserahkan di area pengungsian. Namun, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di masing-masing rumah warga masih belum tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kita harap semoga ada pihak yang akan membantu untuk fasilitas tersebut,” harap Desy, staf YPANBA. []

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait