Disdik Aceh Didesak Tuntaskan Pembangunan SMP Panjupian Yang Terbengkalai (Pikiran Merdeka/Hendrik Meukek)

PM, TAPAKTUAN—Anggota DPRK Aceh Selatan, M Nasir Gani SH, mendesak Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh, segera menuntaskan beberapa pekerjaan proyek yang didanai dari sumber Anggaran APBA/Otsus. Pasalanya, banyak proyek yang masih terbengkalai hingga sekarang.

Antaraka lain proyek dimaksud adalah pekerjaan proyek pembangunan Gedung SMP Panjupian, Kecamatan Tapaktuan. Gedung sekolah itu menelan dana miliaran rupiah yang dibangun sejak tahun 2009 lalu tapi hingga sekarang masih terbengkalai.

“Kami mendesak Pemerintah Aceh melalui Dinas terkait segera menuntaskan pekerjaan beberapa paket proyek sumber dana APBA/Otsus yang masih terbengkalai di Aceh Selatan, salah satunya pembangunan Gedung SMP Panjupian,” kata Nasir, di Tapaktuan, Minggu (9/8/2015).

Politisi dari PAN ini mengatakan tugas dan tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan proyek tersebut sepenuhnya berada pada Dinas Pendidikan Aceh. Kata dia, sesuai komitmen awal bahwa gedung sekolah yang dibangun melalui dana Otsus tahun 2009 itu ditangani langsung oleh pihak provinsi, sedangkan pihak kabupaten hanya menyediakan tanah.

“Sayangnya, pembangunan SMP Unggul Tapaktuan itu justru tidak terealisasi sampai saat ini, karena pekerjaan yang dilaksanakan tidak tuntas,” keluhnya.

Belum Serahterima.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan, H. Yusafran S.Pd, melalui Kabid Program Darwis S.Pd, mengatakan pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam pekerjaan proyek tersebut sehingga pihak Dinas Pendidikan Aceh Selatan tidak mengetahui apa penyebab sehingga pekerjaan proyek itu terbengkalai sampai saat ini.

“Proyek itu langsung di tangani oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi, kami di daerah tidak dilibatkan. Sehingga kami tidak tahu apa penyebab sehingga proyek itu terbengkalai. Di samping itu, Gedung SMP Panjupian itu juga belum di serahterimakan kepada Dinas Pendidikan Aceh Selatan sehingga statusnya masih di bawah tanggungjawab pihak Provinsi,” tandas Darwis.

Meskipun demikian, sambungnya, dari hasil informasi yang di peroleh pihaknya dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, anggaran untuk kelanjutan pembangunan Gedung SMP tersebut kembali telah di anggarkan dalam APBA tahun 2015 sehingga diperkirakan dalam tahun ini pekerjaan pembangunan SMP tersebut kembali akan dilanjutkan.

Namun, saat ditanya kenapa rentang waktu kelanjutan pembangunan Gedung SMP itu terlalu lama yakni dari mulai dibangun pada tahun 2009 sampai tahun 2015 ini belum siap-siap?, Darwis kembali menegaskan bahwa terkait hal itu pihaknya tidak mengetahuinya, karena penanganan pekerjaan proyek itu langsung di tangani oleh pihak Provinsi.

[PM004]

Komentar