Beras Miskin Bulog
Ilustrasi beras bulog. [Dok. Ist]

PM, Meulaboh – Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat dikabarkan tidak lagi memiliki stok beras di gudang, untuk disalurkan kepada korban banjir yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah setempat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat, Syarifah Junaidah kepada Antara di Meulaboh, Selasa (3/12) siang mengatakan kosongnya stok beras di gudang milik intansi pemerintah setempat, dikarenakan selama ini pihaknya telah banyak menyalurkan beras kepada korban banjir khususnya bantuan masa panik.

“Berasnya kosong karena selama ini Aceh Barat sejak Oktober, sudah beberapa kali dilanda banjir. Meski sudah surut, malah banjir lagi,” kata Syarifah Junaidah.

Penyebab seringnya banjir di Aceh Barat karena selama ini sering dilanda hujan lebat dengan intensitas yang sangat tinggi.

Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan di masyarakat korban banjir, Dinsos Aceh Barat telah meminta bantuan beras kepada gudang Bulog yang ada di Meulaboh.

“Minggu kemarin ada kita salurkan beras beberapa sak, termasuk dari BPBD. Tapi masih sangat sedikit, kita khawatir jika banjir lagi maka tidak akan mencukupi,” tambah Syarifah Junaidah.

Selain beras, Dinas Sosial Aceh Barat juga mengalami kekosongan sejumlah bahan pokok yang diperuntukkan bagi korban banjir di wilayah ini, diantaranya seperti mi instan serta gula pasir.

Sedangkan kebutuhan lain, seperti sarden ikan, minyak goreng, serta aneka bantuan lainnya hingga kini masih mencukupi.

Ia berharap, Pemerintah Aceh dan pihak terkait segera menyalurkan bantuan masa panik ke Aceh Barat dengan harapan bisa diteruskan kepada korban banjir, yang tersebar di beberapa kecamatan di kabupaten itu.

Syarifah Junaidah juga memastikan, sebagian besar genangan banjir yang sebelumnya melanda Aceh Barat sepanjang Minggu dan Senin (1-2/12) lalu, hingga Selasa kemarin sudah mulai berangsur surut, katanya.

Data yang diterima Antara di Meulaboh dari TKSK Aceh Barat, ada pun kecamatan yang dilanda banjir diantaranya Kecamatan Bubon, Samatiga, Johan Pahlawan, Woyla Timur, Woyla, Woyla Barat, Arongan Lambalek, Kaway XVI, Pante Ceureumen serta Meureubo, dengan jumlah warga yang terdampak mencapai sekitar 15.309 jiwa atau 4.653 kepala keluarga. [Ant]

 

Komentar