Para tersangka pengeroyokan Manggala yang diamankan di Mapolres Bireuen. [Pikiran Merdeka | Ariadi BJ]

Para tersangka pengeroyokan Manggala yang diamankan di Mapolres Bireuen. [Pikiran Merdeka | Ariadi BJ]
Para tersangka pengeroyokan Manggala yang diamankan di Mapolres Bireuen. [Pikiran Merdeka | Ariadi BJ]
PM, Bireuen—Pengeroyokan Taufik alias Banggala (32), anggota Satgas Partai Aceh (PA) Bireuen, dipicu kekecewaan Efendi alias Koboy terhadap korban yang tidak mau ditemui setelah mengeroyok keponakannya, Fikri.

“Dia (Banggala) yang duluan mengeroyok Fikri. Dia juga mengambil sepeda motor keponakan saya,” sebut Efendi yang ditemui Pikiran Merdeka di ruang Kasat Reskrim Polres Bireuen, Senin (3/3/2014).

Eks GAM yang berjuluk Koboy ini menjelaskan, pihaknya juga tidak berniat mengeroyok Banggala. “Kami hanya ingin menemuinya untuk menyelesaikan persoalan dia dengan Fikri secara kekeluargaan,” paparnya.

Namun Banggala justru mengelak sehingga dikejar oleh Koboy Cs dan terjadi perkelahian. “Saat itu Banggala terjatuh dan dipukuli. Karena sudah tidak berkutik, saya meminta warga untuk tidak memukulinya lagi,” sebut Koboy yang kini menjadi tersangka bersama adik dan keponakannya, yakni Fikri, Rahmad dan Akbar.

Sementara Fikri menjelaskan asal-muasal insiden pengeroyokan itu. Kata dia, awalnya dia bersama kelompoknya diberikan dua ekor sapi bantuan oleh Pemerintah Bireuen. “Setelah kami pelihara selama enam bulan, seekor sapi yang sudah cukup umur kami jual dan akan kami beli sapi lain sebagai penggantinya,” katanya.

Tak lama setelah penjualalan sapi itu, lanjut Fikri, Banggala menelponnya ingin mempersoalkan masalah sapi tersebut. Padahal, sapi itu tidak ada kaitan dengan Banggala. “Saat ditelepon, Banggala mengaku ingin menjumpai saya untuk menyerahkan kartu timses caleg dari Partai Aceh,” katanya.

Namun, jelas Fikri, ketika bertemu justru Banggala mengeroyok Fikri. “Dia bersama Mundali langsung memukuli dan menginjak-nginjak saya. Sepeda motor saya juga mereka bawa,” papar Fikri.

Atas peristiwa itu, Fikri mengadu kepada keluarganya. Dia bersama paman dan sepupunya, yaitu Efendi alias Coboy, Rahmad dan Akbar ingin menemui Banggala untuk menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan. “Ini kami tempuh agar jelas persoalan yang membuat Banggala memukuli saya,“ katanya.

Namun, lanjut dia, saat hendak ditemui pihaknya, Banggala justru melarikan diri. “Kami langsung mengejarnya dan terjadi pengeroyokan,” sebut Fikri.

Terkait insiden itu, Coboy Cs sangat menyesalinya. “Kami mengharapkan agar kasus ini bisa diselesaikan secara musyawarah. Kami tak ingin masalah ini meluas ke persoalan lain,” tandasnya. (PM-002)

 

Komentar