PM, Bireuen—Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman meminta aparat kepolisian mengusut tuntan kasus pengrusakan mobil milik tim sukses di Gandapura, kabupaten setempat beberapa waktu lalu.

“Pengrusakan mobil itu salah satu upaya menggangu ketertiban masyarakat, kendati itu mobil timses, ini cara-cara yang tidak demokrasi. Itu memang mobil timses saya, tapi apapun alasannya, polisi harus mengusut dan memproses pelakunya,” katanya bupati Nurdin, Rabu (2/5).

Dia mengatakan, desakan itu bukan kaena mobil yang dirusak milik timsesnya dalam pemilihan Bupti Bireuen mendatang, tapi mobil siapun yang dirusak harus diusut karena perbuatan itu terkiat kasus criminal.

Diakuinya, selama ini banyak kasus keriminal yang menimpa masyarakat tidak terungkap ke permukaan, termasuk sejumlah kasus saat Pemilukada Aceh bulan lalu.“Penegak hukum itu sudah dibayar oleh negara, dan kewajibannya harus mampu mengusut semua kasus, apapun dan tak kecuali kejadian pengrusakan mobil kemarin di Gandapura,” katanya.

Nurdin berharap, pihak kepolisian segera mengungkap dan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut, sehingga tak terulang lagi menjelang pemilukada Bireuen.

Diberitakan sebelumnya, mobil Toyota Avanza silver BL 813 ZA yang disebut-sebut digunakan tim sukses pasangan bakal calon Bupati-Wakil Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman-Zakwan Usman dirusak orang tidak dikenal (OTK), Senin (30/4) sekitar pukul 00.45 Wib dinihari.

Informasi yang dihimpun Pikiran Merdeka disebutkan, mobil yang menjadi sasaran pelaku pengrusakan itu diparkir di garasi rumah Yusrizal, 32, di Desa Lapang Barat, Kecamatan Gandapura, Bireuen. [Jon]

Komentar