Begini Modus Dua Kakek Cabuli Tiga Siswi SD di Aceh Selatan

Begini Modus Dua Kakek Cabuli Tiga Siswi SD di Aceh Selatan
Begini Modus Dua Kakek Cabuli Tiga Siswi SD di Aceh Selatan

PM, TAPAKTUAN – Untuk memuluskan aksi pencabulannya, dua orang kakek berinisial DA (60) dan AU (55) tersangka pencabulan bocah SD di Kabupaten Aceh, memberikan iming-iming kepada tiga korban.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Achmadi SIK yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, Iptu M Irsal, SIK di Tapaktuan, Senin (30/10) kemarin, mengatakan, setiap menjalankan aksinya pelaku memberi iming-iming uang jajan kepada korban.

Baca: Korban Pencabulan Dua Kakek di Aceh Selatan Bertambah

“Kepada korban, pelaku mengiming-imingi uang jajan yakni sebesar Rp 5.000,” ujar Kasat Reskrim, Iptu M Irsal, SIK, kepada pikiranmerdeka.co.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan pelaku DA yang diwawancarai oleh wartawan di Polres Aceh Selatan, dirinya telah melakukan aksi dugaan pencabulan terhadap korban sebanyak lima kali.

Tiga diantaranya dia lakukan di rumahnya sedangkan dua kali lagi di semak-semak yang berada di pinggiran Gampong. Sementara tersangka AU mengaku hanya melakukan sekali aksi asusila terhadap korban.

Kasat Reskrim mengatakan, atas perbuatannya tersebut para tersangka dijerat dengan pasal 76E UU RI Nomor : 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor : 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman perjara maksimal selama 15 tahun dan denda sebesar Rp 5 miliar.()

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Beko dan Dumptruck Dibakar OTK, Pekerjaan Terhenti
Dua uni beko dan satu dumptruck milik PT Padua Bumi Dirgantara,yang tengah mengerjakan peningkatan jalan sepanjang 4,25 KM, Desa Kampung Baru - Alu Rumbia, Kecamatan Samadua, Aceh Selatan, dibakar OTK Minggu (20/12) | PIKIRAN MERDEKA/ Hendrik Meukek

Beko dan Dumptruck Dibakar OTK, Pekerjaan Terhenti

TK Pembina Negeri Tapaktuan Butuh Perbaikan
Murid TK didampingi Kepala TK Pembina Negeri Tapaktuan sedang bermain ditempat permainan anak-anak yang berada di halaman belakang sekolah tersebut. Selain tempat bermain sudah tua dan kebanyakan sudah rusak. | Pikiran Merdeka/ Hendrik

TK Pembina Negeri Tapaktuan Butuh Perbaikan