PM, Calang – Belum dibayarnya gaji ratusan guru kontrak oleh Dinas Pendidikan Aceh Jaya, menjadi perbincangan hangat di Kabupaten setempat selama beberapa hari terakhir. Banyak kalangan menilai Disdik lamban dalam hal ini.

“Seharusnya guru menjadi prioritas  utama. Apalagi sudah dua momen penting terlewati yaitu Meugang Puasa dan Hari Raya Idul Fitri 2018 yang hanya tinggal 4 hari lagi,” ujar Azhar Abdurrahman yang juga mantan Bupati Aceh Jaya kepada awak media, Minggu (10/06).

Terkait: Miris, Guru Kontrak di Aceh Jaya Tak Bisa Nikmati Gaji saat Lebaran

Azhar  mencontohkan, tragedi perang dunia II, saat  Jepang kalah setelah bom atom dijatuhkan di Hirosyima dan Nagasaki. Setelah itu, kata dia, yang menjadi fokus raja Jepang adalah berapa orang guru yang masih tinggal untuk membangun peradaban Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh ke depan.

“Kala itu Guru menjadi hal yang utama untuk diselamatkan dan diberdayakan,” kisahnya.

“Demikian juga kita di Aceh Jaya pada periode 2012 – 2017 kita harus bangkit, maka skenario tentang pendidikan kita lakukan. Alhamdulillah dalam tempo 3 tahun terbukti Aceh Jaya mendapat apresiasi  juara umum pendidikan di tingkat provinsi Aceh dengan beberapa medali yang tak pernah disangka daerah yang tersungkur akibat kehancuran dan kehilangan potensi tenaga SDM,” ujar Azhar Abdurrahman yang juga pernah di Anugerahi bapak pendidikan tersebut.

Ia menyayangkan keterlambatan pembayaran honor guru oleh Disdik, sehingga para guru kontrak tidsk dapat menikmati gaji ssat Meugang dan lebaran.

“Saat ibadah puasa guru malah tambahan puasa gaji dan pada saat lebaran yang semestinya semua kita bersuka ria dalam menyambut Hari Raya kemenangan umat Islam,” tutup Azhar.()

Komentar