SAVE 20210104 183659
Foto/Humas

PM, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyebut indeks keberhasilan penerapan syariat Islam dengan nilai 75,22. Pencapaian tersebut diakuinya melampaui target Indikator Kinerja Utama (IKU) DSI Banda Aceh.

“Dari target nilai 75, alhamdulillah kita mampu meraih 75,22. Ini penting sebagai alat ukur penegakan syariat Islam di Banda Aceh,” katanya, Senin (4/1/2021).

Menurut wali kota, indeks keberhasilan penegakan syariat didapatkan melalui survei bersama akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Variabel survei ditentukan dengan kajian maqashid al-khamsah. Sementara indeks yang dihasilkan mencerminkan pelaksanaan Syariat Islam secara menyeluruh di segala bidang, mulai dari ekonomi hingga keamanan.

Aminullah juga mengungkapkan tren penurunan kasus pelanggaran syariat dari tahun ke tahun.

“Pada 2017 tercatat 126 kasus, kemudian sempat melonjak 171 pada 2018, dan seterusnya turun menjadi 97 kasus pada 2019, dan hanya 90 kasus pada 2020,” ujarnya.

Ia mengklaim penurunan signifikan itu berkat upaya pencegahan dengan mengoptimalkan peran dai dan mustahib gampong.

“Dakwah holistik dan pembinaan berkala juga terus kita berikan kepada masyarakat, di samping membangun kerja sama lintas sektoral,” ungkapnya.

Aminullah pun bertekad untuk terus menggenjot pembangunan dalam bidang agama, di antaranya lewat program “Kota Zikir” dan “Kota Tahfiz”. Baginya, agama merupakan pilar utama pembangunan kota untuk mewujudkan visi Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah.

Terkait dengan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh ke-35 yang akan digelar di Bener Meriah tahun ini, Aminullah mematok target tertinggi, yakni juara umum.

“Kita fokus dan serius pada cabang-cabang andalan seperti tahfiz, tilawah, tafsir, dan khat untuk mendulang medali.”

Untuk itu, ia mengamanatkan DSI agar mempersiapkan qari-qariah terbaik.

“Salah satu strateginya dengan membina kafilah kita dengan standar nasional. Ini (juara umum MTQ) prestise bagi Banda Aceh, karena dalam bidang-bidang lain kita sudah begitu bagus,” katanya. (*)

Komentar