PM, BANDA ACEH – Upaya pemulihan Aceh pascabencana memasuki tahap lanjutan setelah Pemerintah Aceh resmi menyerahkan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp153,3 triliun.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan dokumen R3P tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat melalui BNPB pada 3 Februari 2025.
“Iya benar, Pemerintah Aceh telah menyampaikan dokumen R3P kepada pemerintah pusat melalui BNPB,” kata MTA di Banda Aceh, Minggu.
Ia menjelaskan, berdasarkan dokumen yang diajukan, kebutuhan anggaran pemulihan Aceh pascabencana mencapai Rp153,3 triliun. Anggaran tersebut terbagi dalam beberapa kewenangan, yakni kementerian dan lembaga pusat sebesar Rp41,8 triliun, Pemerintah Aceh Rp22 triliun, pemerintah kabupaten/kota Rp60,43 triliun, serta kewenangan masyarakat dan dunia usaha sebesar Rp29 triliun.
Menurut MTA, dokumen R3P Aceh memuat data menyeluruh terkait kerusakan, kerugian, serta rencana pemulihan pascabencana yang disusun dan diajukan oleh seluruh level pemerintahan, mulai dari kementerian dan lembaga pusat hingga pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
“Secara khusus, Tim Bappenas RI sudah ke Aceh untuk melakukan rapat koordinasi dengan tim Pemerintah Aceh dalam rangka penyelarasan dokumen R3P tersebut,” ujarnya.
Saat ini, lanjut MTA, BNPB tengah melakukan verifikasi administrasi terhadap seluruh dokumen R3P yang telah diterima. Tahapan berikutnya adalah verifikasi faktual ke lapangan berdasarkan rencana yang diajukan.
“Setelah verifikasi faktual dilakukan, BNPB akan meneruskan dokumen tersebut kepada Bappenas RI untuk persiapan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” katanya.
MTA menegaskan, proses pemulihan terus berjalan dan melibatkan seluruh tingkatan pemerintahan. Ia juga menyampaikan harapan Gubernur Aceh agar seluruh elemen bersatu dalam upaya membangkitkan Aceh dari dampak bencana.
“Gubernur Aceh selalu berharap semua komponen tetap bersatu demi Aceh yang lebih baik dan bangkit dari bencana ini,” tutupnya.
Belum ada komentar