30 Balita di Lhokseumawe Alami Gizi Buruk

PM, Lhokseumawe—Dinas Kesehatan Lhokseumawe menemukan 30 balita yang mengalami gizi buruk di kota itu. Saat ini balita tersebut dalam pengawasan rutin.

Staf kasie Gizi dan Posyandu Dinas Kesehatan Lhokseumawe, Rosmawar mengatakan, data akhir bulan Maret, ditemukan adanya 30 penderita gizi buruk tersebut diperoleh dari Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) tiap puskemas yang turun ke lapangan setiap bulan serta laporan kader posyandu tiap desa.

Rosmawar merincikan, hasi temuan itu diantaranya Puskesmas Banda Sakti menemukan 8 kasus, Puskesmas Mongeudong 2 kasus, Puskemas Muara Dua 5 kasus, Puskesmas Muara satu 8 kasus, Puskesmas Blangmangat 6 kasus dan Puskemas Blangcut 1 kasus.

Menurut Rosmawar, hingga akhir bulan Maret ini pihaknya menemukan 16 kasus dan 14 kasus lainnya merupakan sisa lanjutan penanganan medis dari tahun 2011 lalu. Hasil temuan tim, lanjutnya, ada 10 balita laki laki dan 20 balita perempuan dengan status gizi buruk dengan ambang batas z-score kurang dari kurang 3 standar deviasi.

“Rata-rata bayi yang menderita gizi buruk karena mereka menderita penyakit penyerta lainnya, seperti penyakit carebral palsi (CP), ratardasi mental (RM), Spastic, Broncho pnemonia, Down syndrown, PDA dan Ispa dan faktor ekonomi juga mempengaruhi,” ungkap Rosmawar.[cff]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Warga Tanam Pohon Pisang di Ruas Jalan
Jalan rusak di Desa Blang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

Warga Tanam Pohon Pisang di Ruas Jalan

Sanggar Seni Unimus Tampil ke Jepang
Sanggar seni Mirah Delima, Universitas Almuslim, Peusangan, Bieruen, berhak tampil di negara matahari terbit, Jepang. Mereka akan berangkat tahap kedua pada 2013. PIKIRAN MERDEKA/IST

Sanggar Seni Unimus Tampil ke Jepang

Pejabat Bireuen Terkesan Alergi Ditemui Wartawan
Jajaran Humas Setdakab Bireuen bersilaturahami dengan para wartwan di Beng Kupi, Kota Juang. [Pikiran Merdeka | Joniful Bahri]

Pejabat Bireuen Terkesan Alergi Ditemui Wartawan