Dinkes Aceh Timur Sosialisasi Imunisasi

Dinkes Aceh Timur Sosialisasi Imunisasi
Usman A Rachman Asisten II Pemerintah Aceh Timur saat menyampaikan sambutan Bupati pada acara Advokasi dan sosialisasi PIN polio dan Introduksi IPV.

PM, IDI- Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur menggelar Advokasi dan Sosialisasi Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio dan Introduksi IPV. Acara tersebut berlangsung di Aula Hotel Bandar Khalifa, Idi, Selasa (132/16).

Bupati Aceh Timur H. Hasballah H.M Thaib melalui Asisten II Usman A Rachman mengatakan, imunisasi merupakan program yang dijalankan untuk mencegah timbulnya berbagai macam penyaki.

“Ada beberapa penyakit yang masih menjadi masalah di Indonesia pada umumnya dan di Provinsi Aceh khususnya yaitu, TBC, Hepatitis, Difteri, Pertusis, Tetanus, Polio, Campak dan Influenza,” ucap Usman.

lebih lanjut ia menambahkan, di samping masalah kesehatan lainnya yang juga masih menjadi masalah dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, seperti diare, gizi buruk, DBD, dan penyakit-penyakit yang bersumber dari masalah sanitasi yang masih buruk disebagian masyarakat Aceh Timur.

“Namun demikian Aceh Timur wajib berbangga, program sanitasi yang dijalankan dengan pola sanitasi total berbasis masyarakat (STMB) sampai saat ini masih menjadi salah satu yang terbaik di Provinsi Aceh,” jelas Usman.

Sementara itu, Saifullah Abdulgani, M.Kes perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh di hadapan para peserta mengatakan, PIN yang akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada 8-15 Maret 2016 diperlukan dukungan semua pihak.

Ia menjelaskan, semua bayi dan balita harus mendapatkan imunisasi hal itu untuk mencegah merebaknya kembali penyakit polio di Provinsi Aceh. “Pemerintah Aceh menargetkan semua bayi dan balita harus mendapatkan imunisasi lengkap,” ujar Saifullah.

“Seluruh bayi dan balita harus tumbuh sehat, agara mereka mampu menjadi generasi penerus bagi bangsa Aceh yang mulia ini,” demikian disampai Saifullah Abdulgani, M.Kes narasumber di akhir presentasinya.

Acara ini dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Aceh, Kepolisian, jajaran Pusekesmas, Polindes, koordinator imunisasi Puskesemas, Kemenag, dinas pendidikan dan para camat se-kabupaten Aceh Timur serta RSUD dr. Zubir Mahmud serta para tamu undangan lainnya. [PM004]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senjata api illegal sitaan Polda Aceh. (Foto PM/Taufan Mustafa)
Senjata sitaan Polda Aceh. Ada 32 pucuk senjata api laras panjang dan laras pendek, 4.955 butir peluru, 28 buah magazen dan satu granat sitaan dipamerkan, di halaman Mapolda Aceh, Jeulingke, Banda Aceh, (29/10/2015). Selain memamerkan sejnjata, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ini, Polda Aceh memusnahkan hampir satu ton ganja kering dan barang bukti narkoba lain berupa sabu, ekstasi, dan psikotropika. Taufan Mustafa.

Serpihan Peluru Hentikan Langkah Malawati ke Deklarasi Cagub PA

Petani Matang Baloy Dibekuk Polisi di Rumahnya
Petugas menunjukan barang bukti 40 paket kecil ganja siap edar yang disita dari tersangka asal Desa Matang Baloy, Kecamatan Tanah Luas. Dalam penangkapan itu, 3 kilogram ganja berhasil diamankan.(Cut Islamanda | Pikiran Merdeka)

Petani Matang Baloy Dibekuk Polisi di Rumahnya