Ilustrasi korupsi. (ist)
Ilustrasi korupsi. (ist)

PM, Bireuen—Mantan Bendahara Pengeluaran Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Bireuen, Fandi Munawar tidak lagi masuk kantor dalam beberapa pekan terakhir. Pria yang diduga telah menggelapkan APBK Bireuen 2013 Rp1,1 miliar ini sudah beberapa kali mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri Bireuen.

Sejumlah pegawai di Pemkab Bireuen menyebutkan, Fandi Munawar mulai tidak masuk kantor sejak kasus penggelapan dana APBK untuk subsidi Asuransi Kesehatan (Askes) itu ramai diberitakan media. Kejari Bireuen juga sudah berulang kali memanggil Fandi Munawar, untuk dimintai keterangan terkait raibnya dana APBK Bireuen 2013 sebesar Rp1,1 miliar itu.

Kasie Intel Kejari Bireuen H Munawal Hadi  mengatakan pihaknya sudah beberapakali memanggil Fandi Munawar, tapi ia tidak memenuhi panggilan tersebut. “Jika dalam beberapa hari ke depan tidak juga memenuhi panggilan, maka akan kami dijemput paksa,” katanya.

Menurut dia, sejauh ini kejaksaan sudah meminta keterangan Kepala DPKKD Bireuen Tarmidi. “Hasil pemeriksaan Tarmizi, tersangka kasus itu semuanya mengarah ke Fandi Mnawar,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, dana subsidi iuran asuransi kesehatan (Askes) Bireuen yang dialokasikan Pemkab dalam APBK 2013 melalui DPKKD, diduga digelapkan oleh mantan bendahara DPKKD setempat. Dari Rp2 miliar yang dialokasikan dan telah ditarik dari kas daerah oleh Fandi Munawar, Rp1,1 miliar di antaranya tidak disetor ke pihak Askes.[PM-002]

Komentar