Tradisi Tarek Pukat

Tradisi Tarek Pukat
Tradisi Tarek Pukat

Lipatan tali membalut di setiap pinggang. Mereka berbaris rapi sembari berjalan mundur. Menarik jaring yang telah ditebar ke laut lebih duhulu.

Itu merupakan sebagian cara yang dilakukan para nelayan di Aceh untuk menangkap ikan dengan menggunakan jaring atau lebih dikenal dengan Tarek Pukat.

Tarek pukat merupakan cara menangkap ikan paling sederhana yang dilakukan secara berkelompok. Para nelayan bisa mendapatkan penghasilan rata-rata mulai dari 30 ribu hingga 100 ribu Rupiah perorang.

Kegiatan tarek pukat darat ini sudah menjadi aktivitas dan tradisi para nelayan yang tinggal di pesisir pantai, termasuk di kawasan Ujong Pancu, Aceh Besar. Tradisi ini sudah dilakukan turun temurun dan masih bertahan hingga sekarang.[Foto dan teks : Heri Juanda]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

WhatsApp Image 2024 10 03 at 14 32 07
Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal, ZA. Si saat menerima sertifikat setelah menjadi narasumber orasi ilmiah pada peringatan 42 tahun Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK), di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Kamis (3/10/2024). Foto MC Aceh.

Pj Gubernur Safrizal: Aceh Butuh Trauma Center untuk Atasi Kerawanan Bencana