Ketua Harian DPP PNA, Samsul Bahri alias Tiyong. (Ist)

PM, Banda Aceh – Pemilu legislatif (Pileg) 2019 telah memasuki proses rekapitulasi suara di tingkat Kecamatan. Partai Nanggroe Aceh menyatakan syukur atas proses pelaksanaan Pemilu di Aceh yang sampai saat ini masih berjalan lancar dan terkendali.

Menyikapi proses dan hasil Pileg 2019 tersebut, PNA secara khusus mengucapkan terima kasih kepada  rakyat Aceh yang telah mampu melaksanakan pesta demokrasi secara bertanggung jawab, bermartabat dan demokratis.

“Kita tidak mendengar adanya gesekan antar peserta Pemilu. Juga tak ada lagi aksi intimidasi seperti pada pileg 2014 lalu.  Semua partai dan caleg dapat mengkampanyekan dirinya secara bebas sampai ke pelosok Desa. Tentu kita bergembira dan mengapresiasi atas progres dan prestasi dalam kehidupan berdemokrasi yang telah ditunjukkan oleh rakyat Aceh,” kata Ketua Harian DPP PNA, Samsul Bahri alias Tiyong, Sabtu (20/4).

Ia juga berterima kasih kepada masyarakat Aceh yang telah memilih kader-kader terbaik PNA untuk menyuarakan aspirasi rakyat di DPRA dan DPRK. “Doakan kami agar dapat membayar kepercayaan rakyat tersebut dengan bekerja nyata dan membela seluruh kepentingan rakyat,” ujar dia.

Hingga saat ini hasil rekapitulasi suara berdasarkan form C1 yang telah dilakukan oleh pengurus di seluruh Aceh, PNA akan mendapatkan 7 hingga 8 kursi untuk DPRA. Demikian juga untuk level Kabupaten/ Kota. Hampir seluruh wilayah, PNA dapat mengirim wakilnya ke DPRK.

Secara jumlah suara, sebut Tiyong, prediksi perolehan suara PNA kali ini meningkat lebih dari 300 persen dibandingkan Pemilu 2014.

“Perkiraan kami sementara lebih dari 50 kursi akan jadi milik PNA diseluruh Aceh. Bahkan di beberapa Kabupaten, PNA berhasil menempatkan kader pada posisi pimpinan. Diantaranya Bireuen, Aceh Selatan dan Aceh Jaya.

Tiyong menilai ini pencapaian yang luar biasa. PNA selain tengah mengkonsolidasi kader dan pengurus menjelang Pemilu 2019, juga masih bergelut dengan persoalan hukum yang menerpa Ketua Umum partai ini, Irwandi Yusuf.

“Namun dibalik musibah yang dialami PNA tersebut, ternyata membuat semangat pengurus dan kader semakin termotivasi bekerja untuk memenangkan partai. Hasilnya, alhamdulillah Allah telah  memberikan hasil yang maksimal kepada kami ditengah segala kesulitan dan keterbatasan yang dialami PNA. Tentu ini semua tak terlepas dari dukungan penuh rakyat Aceh,” kata Tiyong.

Kawal Rekapitulasi Suara

Menyikapi konstelasi usai Pemilihan, PNA menginstruksikan kader dan pengurusnya untuk terus fokus menjaga dan mengawal proses rekapitulasi suara, baik di tingkat PPK, KIP Kabupaten/ Kota hingga KIP Provinsi.

“Agar tidak ada pihak-pihak tak bertanggung jawab yang berniat menghilangkan suara PNA,” kata Tiyong.

Untuk para Caleg dan timnya, Tiyong menghimbau untuk menghindari manuver-manuver yang dapat memperkeruh hubungan komunikasi antar kader. Apalagi saat ini perangkat partai sedang bekerja untuk menyelesaikan proses rekapitulasi hingga ke tahap akhir. Ia mengatakan, apapun hasilnya itulah yang terbaik. Maka menurutnya sangat penting menjaga kekompakan dan kesolidan antar caleg, pengurus dan kader.

“Akhirnya kami mengajak kepada semua parpol peserta pemilu, para caleg seluruh partai dan seluruh rakyat Aceh. Agar tetap menghargai apapun hasil dari Pemilu yang telah berlangsung demokratis ini. Selanjut mari  bergandengan tangan untuk terus berkontribusi mewujudkan visi Aceh Hebat yang bermuara pada kemajuan pembangunan dan kesejahteraan rakyat Aceh,” pungkasnya. []

Komentar