Ilustrasi korupsi. (ist)
Ilustrasi korupsi. (ist)

PM, Bireuen—Dana APBK Bireuen 2013 senilai Rp1,1 miliar lebih diduga diselewengkan. Dari Rp2 miliar yang diplotkan untuk subsidi Iuran Asuransi Kesehatan (Askes), hanya Rp891.530.175 yang disetorkan. Selebihnya diduga digelapkan bendahara di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Bireuen.

Informasi yang dikumpulkan, dana tersebut ditarik dari kas daerah per triwulan. Dari empat kali penarikan selama tahun 2013 senilai Rp2 milar, hanya dua kali yang disetorkan ke PT Askes yakni penarikan tahap pertama dan keempat. Sementara penarikan tahap dua dan tiga diduga digelapkan oleh bendahara DPKKD Bireuen  berinisial FM. Total yang tidak disetor itu mencapai Rp1.108.469.825.

Kasus penggelapan tersebut kini sudah ditangani Kejaksaan Negeri Bireuen. Kasi Intel Kejari Bireuen H Munawal Hadi SH kepada wartawan menyebutkan, pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti tentang dugaan penggelapan APBK Bireuen 2013 itu yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Menurut dia, terduga dalam kasus penggelapan subsidi Askes itu sejauh ini masih mengarah kepada satu orang, yakni FM selaku bendahara DPKKD Bireuen.  Namun, tambah dia, tidak tertutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak-pihak lain.[002]

Komentar