Abdullah Dagang saat membagikan Surat Pernyataan Sikap Honorer. [Pikiran Merdeka | Saptian Antonio]

Abdullah Dagang saat membagikan Surat Pernyataan Sikap Honorer. [Pikiran Merdeka | Saptian Antonio]
Abdullah Dagang saat membagikan Surat Pernyataan Sikap Honorer. [Pikiran Merdeka | Saptian Antonio]
PM, Simeulue—Sejumlah wartawan di Simeulue menyesalkan pernyataan Abdullah Dagang, pengurus Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) setempat, yang melecehkan insane pers.

Saat dipercaya menyampaikan pernyataan sikap puluhan honorer K2, Kamis (6/3/2014) di gedung DPRK setempat, Abdullah Dagang menuding insan pers melakukan politik adu domba.

“Data honorer yang terindikasi merekayasa data administrasi hanya kami berikan kepada bupati dan Ketua DPRK, tidak kepada insan pers karena dikhawatirkan akan terjadi politik adu domba di Simeulue,” sebut Dagang yang mengatasnamakan Aliansi Peduli Honorer Simeulue dan Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA).

Para wartawan yang berjam-jam hadir meliput kegiatan tersebut menilai pernyataan itu bentuk pelecehan terhadap insane pers. Makanya, usai acara, para wartawan meminta Dagang mempertanggungjawabkan pernyataannya itu.

Namun, Dagang membantah telah mengeluarkan pernyataan tersebut. “Dalam penyampaian itu, saya tidak menyebutkan kawan-kawan pers melakukan politik adu domba,” katanya.

Setelah diperdengarkan kembali rekaman pernyataan itu, Dagang akhirnya mengaku dan meminta maaf kepada para wartawan. Meski demikian, sejumlah wartawan yang tidak terima pernyataan itu, meminta Dagang membuat surat pernyataan maaf secara lembaga kepada wartawan.

Koordinator aksi honorer diminta lebih selektif memilih organisasi yang mendampingi mereka ke depan, sehingga tidak asal bunyi dalam mengeluarkan statement. “Ini menjadi pengalaman, ke depan cari organisasi atau LSM lebih selektif, sehingga tidak Asbun dan numpang popularitas dari persoalan yang ada,” pinta wartawan.

Akibat pernyataan tersebut, para wartawan yang sudah lima jam mengikuti acara penyampaian pernyataan sikap puluhan honorer, menunjukkan kekesalan dengan merobek lembaran foto copy  pernyataan yang diberikan Aliansi Peduli Honorer dan JKMA. Selain itu, para wartawan sepakat tidak memberitakan acara tersebut.[Saptian Antonio]

Komentar