Pascabencana, ANRI Mulai Upaya Penyelamatan Arsip di Singkil

arsip nasional republik indonesia 1770091270 ilddj
Tim satuan tugas (task force) dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengumpulkan arsip penting dari dampak banjir di sejumlah instansi pemerintahan di Aceh Singkil. [Ist]

PM, Banda Aceh – Sejumlah dinas di Kabupaten Aceh Singkil disambangi tim satuan tugas (task force) dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) guna penyelamatan arsip penting dari dampak banjir yang merendam wilayah itu dua bulan lalu.

Seperti diterangkan laman resminya, Selasa (2/2/2026) tim task force mengumpulkan sejumlah arsip di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Aceh Singkil sebagai prioritas utama, mengingat arsip yang dikelola berkaitan langsung dengan hak-hak sipil masyarakat.

“Di lokasi tersebut, Tim ANRI melakukan identifikasi, evakuasi, serta penanganan awal arsip layanan publik yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan,” jelas siaran pers tersebut.

Arsip terdampak meliputi surat keterangan kelahiran dan kematian, akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, arsip pelayanan KTP, arsip keuangan, kepegawaian, administrasi umum, serta berkas kerja yang masih berstatus arsip aktif dan inaktif.

Penanganan dilakukan melalui pembersihan dari lumpur, debu, dan serangga, pengeringan, serta penataan sementara guna mencegah kerusakan lebih lanjut.

Sementara itu di Dinas Syariat Islam, tim menemukan sejumlah arsip yang telah mengarah pada kerusakan permanen akibat terendam banjir dalam waktu lama.

Arsip terdampak antara lain dokumen kontrak pembangunan dan rehabilitasi dayah, arsip permohonan bantuan kegiatan keagamaan dan sosial keislaman, dokumen pembinaan lembaga keagamaan, serta arsip administrasi program dan kegiatan.

Pada kesempatan tersebut, Tim ANRI memberikan pendampingan penyelamatan arsip darurat, meliputi pemilahan arsip berdasarkan nilai guna dan prioritas penyelamatan, penentuan arsip yang masih dapat diselamatkan dan yang tidak memungkinkan untuk dipulihkan, serta anjuran pemindahan arsip potensial ke lokasi yang lebih aman dan kering.

“Tim juga memberikan panduan teknis penyusunan berita acara arsip terdampak bencana dan berita acara pemusnahan arsip sebagai bagian dari tertib administrasi dan akuntabilitas pengelolaan arsip pascabencana,” lanjutnya.

Selain penyelamatan fisik arsip, Tim ANRI memberikan bimbingan teknis kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Dukcapil, serta Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Singkil untuk meningkatkan pemahaman penanganan arsip pascabencana sesuai kaidah kearsipan.

ANRI menegaskan bahwa arsip merupakan aset penting negara yang harus dilindungi dalam kondisi apa pun, termasuk saat terjadi bencana.

Dalam kesempatan itu, ANRI turut menyerahkan bantuan bahan dan peralatan restorasi arsip kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Singkil untuk mendukung proses pemulihan arsip pascabencana. [*]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

IMG 20241124 WA0000 750x750
Curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir menyebabkan ratusan rumah terendam banjir, lahan pertanian rusak, serta longsor yang memutus sejumlah jalur transportasi. Foto: Kodim Pidie

18 Kecamatan di Pidie dan Pidie Jaya Terdampak Banjir dan Longsor