PM, Sigli – Dalam sepekan terakhir, kawanan gajah liar kembali memasuki kebun-kebun warga di Kawasan Keumala, tepatnya di Gampong Cot Kreh, Kabupaten Pidie.
Persoalan ini telah meresahkan masyarakat di kawasan seperti Keumala, Riweuk Sakti dan Lala. Muhammad Nur, Sekjen Teungku Oemar Moeda Pidie (TOMPi) mengatakan kawanan gajah tersebut merangsek ke kebun warga dan merusak tanaman langsat dan duku milik petani yang ada di situ.
Di antaranya menimpa kebun milik M Gade yang ada di Gampong Jijiem, Keumala dan kebun milik Lukman Abdullah yang ada di Gampong Cot Kreh, Keumala.
Nur menjelaskan lebih lanjut, kebun duku milik M Gade luasnya dua hektare, dan sudah mulai masuk masa panen di bulan Januari ini.
Ia mengatakan, kawanan gajah kemudian datang mengobrak-abrik pohon duku tersebut sampai patah dan merusak kebun.
“Disini, kami melihat petani sangat kecewa dan putus asa, karena usaha belahan tahun yang lalu ini menjadi sia-sia, dengan modal dan biaya yang dikeluarkan warga sangat besar,” kata dia.
Ia juga menambahkan, gajah-gajah tersebut tidak hanya memakan buah duku, namun turut merusak batang pohon warga yang dirawat selama 20 tahun lebih.
“Sehingga petani betul- betul terpukul mentalnya,” kata M Nur.
Perlu Bangun CRU
Selain M Gade, nasib yang sama juga dirasakan Lukman Abdullah, kebun langsat miliknya di Gampong Cot Kreh juga dirusak kawanan gajah liar tersebut.
“Baru kali ini gajah-gajah tersebut memakan buah langsat, sebelumnya pinang, kakao dan durian miliknya juga dirusak. Kami sangat rugi selama ini, perlu penanganan serius dari pemerintah, petani juga butuh ruang untuk hidup di negara ini,” kata Lukman Abdullah.
Nur lantas mendesak BKSDA bertanggung jawab dalam menangani konflik satwa- manusia di Keumala ini.
“Pihak BKSDA selama ini seperti menutup mata dan membiarkan konflik ini terus terjadi sampai masyarakat betul- betul dibuat tidak berdaya lagi, ada apa dan mengapa ini bisa terjadi secara terus menerus?” ujarnya.
Dirinya juga menyorot belum adanya tim dari BKSDA yang turun ke lapangan untuk dan menggiring gajah tersebut kembali ke habitatnya.
“Padahal kita sudah memberikan informasi ini sejak tiga hari yang lalu,” imbuhnya.
Ia juga menyarankan BKSDA segera membangun Pos CRU (Conservation Response Unit) Gajah di Gampong Cot Kreh.
Pos ini dianggap sangat penting dibangun untuk menghalau gajah-gajah liar yang turun ke kebun kebun warga.
“Pihak BKSDA perlu memigitasi sebelum gajah-gajah ini turun merusak kebun- kebun masyarakat secara massif,” sahutnya. []
Belum ada komentar