(Ist)

PM, Suka Makmue – Rehabilitasi jalan yang menghubungkan Kuala Tuha-Lamie tak kunjung dilakukan. Padahal jalan tersebut sudah rusak sejak lama dan mengganggu pengguna jalan. Menariknya, sejumlah mahasiswa di Nagan Raya mengkritisi kelalaian pemerintah setempat dengan cara yang tak biasa, Sabtu (30/6).

Di sepanjang jalan tersebut, tampak dipasang plang peringatan bertuliskan “Hati-hati, Jalan Sedang (Tidak) Diperbaiki di Nagan Raya”. Lazimnya, kalimat ini dipergunakan para pekerja yang tengah memperbaiki jalan. Namun kali ini kalimat itu digubah sedikit berbeda untuk menyindir pemerintah yang dianggap tak peduli pada kondisi jalan setempat.

Unsur mahasiswa asal Kecamatan Tripa Makmur Kabupaten Nagan Raya mendesak pemerintah Kabupaten Nagan Raya dan Pemerintah Aceh untuk segera merehabilitasi jalan rusak di lintasan Kuala Tuha-Lamie sepanjang 42 kilometer ini. Desakan itu mengingat betapa jenuhnya masyarakat yang tinggal di lintasan Kuala Tuha-Lamie dengan kondisi jalan yang berlobang. Hal itu diperparah dengan banyaknya jembatan rusak serta badan jalan yang ambruk akibat abrasi Krueng Lamie.

Jalan lintasan meliputi 4 kecamatan yakni, Kuala Pesisir, Tadu Raya, Tripa Makmur dan Darul Makmur. Selama ini, jalan tersebut tak hanya dilintasi warga setempat, tapi juga dijadikan jalan elak oleh pengemudi mobil barang dan mobil sewa dari Banda Aceh-Barat Selatan Aceh.

Seperti yang diungkapkan Mahlil, salah seorang mahasiswa setempat yang mengatakan, kondisi jalan rusak tak hanya terlihat di satu titik saja, dan itu sudah berlangsung sejak lama.

“Ini dibiarkan rusak bukan satu dua tahun saja, tetapi sudah bertahun-tahun masyarakat resah dengan kondisi jalan yang rusak ini, karena sudah banyak pengguna jalan yang menjadi korban kecelakaan di sepanjang jalan lintas Kuala Tuha-lamie tersebut,” terang Mahlil kepada pikiranmerdeka.co.

Mereka berharap kepada pemerintah agar segera membenahi jalan tersebut. Apalagi jalan itu termasuk jalur lintas nasional Barat Selatan Aceh, sehingga perbaikannya diharapkan bisa menunjang ekonomi masyarakat.

“Jangan sampai derita kami hari ini sampai ke anak cucu kami di masa yang akan datang, begitu banyak uang Aceh tapi fasilitas umum di Aceh masih belum dibenahi,” tutupnya. []

Reporter: Arifin

 

Komentar