Solo—Untuk memperingati Hari Tari Sedunia yang jatuh pada Minggu 29 April 2012, sekitar 3.000 orang menari kolosal dalam pagelaran bertajuk “Solo Menari 24 Jam”.

Acara ini digelar dalam bentuk kirab di sepanjang Jalan Slamet Riyadi dan ISI Surakarta. Dalam acara tersebut juga ditampilkan lima peserta yang menari selama 24 jam mulai pagi ini pukul 06.00 WIB, Minggu 29 Mei 2012.

Ketua Panitia Solo Menari 24 jam, Sri Rohana Widyastuti Ningrum, menjelaskan perayaan hari tari ke-6 ini dihelat di lima titik, yakni Lodji Gandrung, Solo Grand Mall, Sriwedari, dan Solo Square. Sedangkan di ISI Surakarta acara akan digelar di sembilan lokasi.

“Pada perayaaan ini ada 104 kelompok kesenian dari berbagai wilayah di Tanah Air, bukan hanya dari Solo,” ucapnya kepada VIVAnews di Loji Gandrung, Solo.

Acara bertema “Meretas Batas dalam Nuansa Warna” ini dibuka oleh Wakil Walikota Surakarta, Fx Hady Rudyatmo, Pangdam dan Kapolda Jawa Tengah di Lodji Gandrung pada pukul 08.00. Setelah dibuka, penari Eko Supriyanto unjuk kebolehan. Penari latar dari penyanyi Madonna tersebut mempersembahkan tari becak.

“Tari becak melibatkan 30 penari dengan menggunakan 30 becak. Tari becak sekaligus meluncurkan becak wayang dari Solo, ” kata penari yang pernah terlibat dalam film “Generasi Biru” ini.

Sementara itu di ISI, terdapat lima penari andal yang akan menari 24 jam. Di antaranya dua dari ISI, dua dari ISI Yogya dan satu penari tamu dari Singapura. Di antaranya Dionisius Wahyu Anggoro Aji dan Muhamad Hariyanto dari ISI Solo, Rizky Al Saddam Saputra dan Yuliana Seconda Titasari dari ISI Yogya dan Muhamad Norisham bin Osman dari Singapura.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Solo, Widdi Srihanto, menambahkan acara Solo Menari merupakan kegiatan rutin Pemkot Solo. Acara tersebut diharapkan dapat menggali potensi dan melestarikan budaya, khususnya seni tari. “Peserta Solo Menari pada tahun ini sangat luar biasa. Mereka datang dari luar kota,” katanya.[vvn]

Komentar