PM, Sigli—Dua kecamatan dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Pidie tidak memiliki pimpinan sejak lima bulan terakhir. Untuk posisi camat kini dirangkap sekretaris kecamatan dan Kadis SDA dirangkap oleh Kadis Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK).

Anehnya, kondisi tersebut terkesan dibiarkan Pemkab Pidie. “Karenanya, kami meminta Bupati Pidie untuk segera melantik camat dan kadis definitif. Hal tersebut sangat diperlukan agar pelayanan kepentingan masyarakat terpenuhi,” kata tokoh masyarakat Pidie, Muharramsyah.

Dikatakannya, tidak ada alasan jabatan penting apalagi menyangkut langsung dengan masyarakat dibiarkan kosong berbulan-bulan. “Ini perlu kita pertanyakan, sebab belum dilantikknya pejabat definitif dua camat dan Kadis SDA membawa dampak buruk bagi pelayanan masyarakat,” tutur Muharramsyah kepada Pikiran Merdeka, Jumat (07/8).

Menurut dia, Kabupaten Pidie memiliki Sumber Daya Manusia (SDM)  yang mencukupi. Bahkan banyak  alumni STPDN yang dapat dipercayakan sebagai camat sesuai latar belakang pendidikannya. “Namun terasa aneh posisi camat bisa kosong dan dirangkap Sekcam. Jadi, bukan alasan krisis SDM di Pidie, sehingga terhambat pelantikan pejabat,” imbuh Muharram.

Begitu juga dengan Kadis SDA, ada sejumlah PNS yang sudah memenuhi syarat untuk menduduki jabatan Kadis. “Kalau memang melalui Baperjakat tidak menemukan sosok yang tepat diposisikan pada jabatan itu, ya dicari yang di luar Pidie termasuk dari Pemerintah Aceh,” sarannya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pidie, Mukhlis ketika dikonfirmasi, Jumat (07/8), mengakui adanya kekosongan jabatan, baik kecamatan maupun dinas. Namun, kata dia, pihaknya hanya memproses administrasi saja setelah nama-nama pejabat dikirim oleh Baperjakat. “Itu wewenang Baperjakat, tugas kami hanya melengkapi administrasi saja,” aku Mukhlis.[PM002]

Komentar