Warga dari berbagai desa wilayah Peudada berdemo di kantor camat setempat. (Foto Joniful Bahri)
Warga dari berbagai desa wilayah Peudada berdemo di kantor camat setempat. (Foto Joniful Bahri)
Warga dari berbagai desa wilayah Peudada berdemo di kantor camat setempat. (Foto Joniful Bahri)

PM, Bireuen – Puluhan warga dari berbagai desa di Kecamatan Peudada, Bireuen, Rabu (29/01/2014) mendatangi kantor Camat Peudada guna mempertanyakan alasan penjualan beras miskin (Raskin) oleh pihak kecamatan kepada warga di 52 desa.

Para pendemo mendatangi Kantor Camat Peudada dengan menggunakan kenderaan roda dua serta membawa poster yang bertulliskan kata kata hujatan terhadap pemerintah kecamatan. Warga juga menuntut beras raskin 14-15 segera disalurkan. Seharusnya beras bantuan tersebut sudah diterima masyarakat pada Oktober dan Desember 2013.

Hasan Basri, warga Peudada yang ikut berdemo itu mengungkapkan awalnya persoalan ini tertutup rapat dan menjadi rahasia camat dan pengelola di kecamatan.

Belakangan terkuaknya kasus ini setelah masyarakat di beberapa gampong mengetahui adanya raskin yang belum disalurkan untuk mereka dan telah derjual oleh pengelola beras miskin di kecamatan.

“Raskin yang diduga disalahgunakan oleh oknum di Kantor Camat Peudada itu adalah beras jatah ke 14-15 yang seharusnya sudah disalurkan November dan Desember 2013”, katanya.

Kejadian itu mulai tercium warga karena ada upaya penyelesaian oleh pihak kecamatan dengan cara memberikan uang pengganti beras kepada masyarakat penerima yang dihargai Rp6000 per kg.

“Tetapi kami menolak dan menuntut agar beras jatah kami selaku warga miskin disalurkan segera dengan batas waktu seminggu, bukan uang,” ujarnya.

Sementara Camat Peudada, Drs. Jalaluddin, M.Si didepan demonstran berjanji akan segera mendistribusikan beras tersebut kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

Menurut Jalaluddin, raskin tersebut telah diserahkan oleh Bulog ke Kecamatan Peudada untuk disalurkan kepada masyarakat miskin dan ia mengaku tidak mengetahui bahwa beras itu telah dijual oleh oknum pegawai di kecamatan.

“Sebenarnya saya tidak mengatahui jelas masalah ini, karena saat itu sedang tugas di kabupaten dan mengurus orangtua meninggal dunia, sehingga dirinya tidak berada di kantor. Kejadian ini baru diketahui telah dijual setelah menerima pengaduan dari keuchik gampong Alue Rheng,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Jalaluddin juga mengatakan dirinya siap bertanggungjawab dan akan menyalurkan beras raskin tersebut kepada penerimanya.

Usai mendengar penjelasan dari Camat Peudada, selanjutnya beberapa perwakilan warga yang ikut melakukan demo itu memasuki ruang kerja camat untuk membuat perjanjian yang didampangi Kapolsek Peudada dan Danramil. [Joniful Bahri]

Komentar