Ilustrasi suap. [Ist]

Praktik suap pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan instansi pemerintah, ternyata memiliki dampak buruk pada perilaku ASN. Tidak hanya uang dan barang, para ASN juga mendapatkan servis pribadi seperti rekreasi.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan mengatakan, dalam survei yang dilakukan terhadap 1,201 PNS sebagai responden, diketahui bahwa PNS menerima suap untuk melancarkan urusan pemberi suap.

“PNS menerima uang untuk melancarkan urusan suatu pihak, dan didekati secara personal agar sewaktu-waktu dapat dimintai bantuan jika menghadapi masalah dengan pemerintah,” katanya, dalam zoom meeting, Minggu (18/4/2021).

Selain uang, suap dalam bentuk barang juga kerap diterima oleh ASN. Tujuannya pun, untuk mendapatkan kemudahan dalam semua urusan. Bahkan, suap tersebut termasuk servis terhadap pribadi ASN seperti rekreasi.

“PNS menerima layanan pribadi (dari penerima suap), seperti kemudahan, fasilitas, bantuan, hingga rekreasi, dengan tujuan untuk melancarkan urusan suatu pihak. Para PNS mengakui, praktik itu banyak terjadi,” sambungnya.

Berdasarkan wawancara langsung yang dilakukannya, terungkap bahwa sebanyak 25,5 persen PNS sangat tahu kemungkinan korupsi di Instansinya. Namun, 69,6 persen di antaranya menjadi kurang tahu, dan bahkan tidak tahu sama sekali.

“PNS dari golongan yang lebih tinggi lebih punya pengetahuan tentang potensi korupsi di instansi,” pungkasnya.

Sumber: Okezone

Komentar