napi equador

PM, Jakarta – Kerusuhan yang terjadi di sebuah penjara di Ekuador pada Selasa, 28 September 2021, menyebabkan setidaknya 100 orang tewas.

Bentrokan antar-geng pada Selasa malam terjadi di penjara Kota Penitenciaria del Litoral, Provinsi Guayas. Dua kelompok bertikai untuk menguasai penjara dalam beberapa bulan terakhir, demikian dilaporkan Reuters.

“Sampai sekarang kami dapat mengkonfirmasi bahwa ada lebih dari 100 tahanan tewas dan 52 terluka dalam insiden yang terjadi pada Selasa, 28 September,” tulis layanan penjara SNAI Ekuador di Twitter, dan menambahkan bahwa polisi dan jaksa masih menyelidiki.

Beberapa jam sebelumnya, direktur SNAI Bolivar Garzon mengatakan kepada wartawan bahwa setidaknya 30 tahanan tewas dan pihak berwenang masih bekerja untuk mengeluarkan 10 mayat.

Puluhan orang tiba di penjara untuk mencari informasi tentang kerabat dan menuntut pertanggungjawaban dari pejabat atas keselamatan narapidana. Pemerintah mendukung kehadiran militer di luar fasilitas.

Kerusuhan pecah pada Februari dan Juli di penjara negara itu, yang menampung sekitar 39.000 narapidana. Setidaknya 79 orang tewas dalam kekerasan Februari, dan pada Juli setidaknya 22 nyawa melayang.

Komisi Hak Asasi Manusia Antar-Amerika (IACHR) sebelumnya mengutuk kekerasan tersebut, dan Human Rights Watch mendesak pemerintah Ekuador menyelidiki sepenuhnya kekerasan penjara dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan.

Presiden Guillermo Lasso, Agustus lalu, mengatakan pemerintah akan menyediakan lebih banyak dana untuk sistem penjara yang penuh sesak untuk membangun bangsal baru dan memasang peralatan baru untuk meningkatkan keamanan.[] sumber: tempo.co

Komentar