Komite Sekolah Aceh Selatan Apresiasi Mobiler Sekolah Bantuan Disdik Provinsi

Komite Sekolah Aceh Selatan Apresiasi Mobiler Sekolah Bantuan Disdik Provinsi
Kepala SMPN 2 Pasie Raja, Fayuddin, S.Pd memperlihatkan mobiler (Meja dan Kursi) belajar bantuan yang disalurkan Dinas Pendidikan Aceh di salah satu ruangan belajar diSekolah yang dipimpinnya. Pada tahun depan pihak Dinas Pendidikan Aceh Selatan berjanji akan mengadopsi mobiler seperti itu dalam usulan anggaran.

PM, Tapaktuan – Komite sekolah meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh Selatan mengadopsi meja dan kursi (mobiler)belajar siswa bantuan Disdik Provinsi Aceh tahun 2014. Komite juga meminta dengan bertambah bagusnya mobiler di sekolah, para guru dan siswa dapat lebih meningkatkan semangat belajar dan mengajar sehingga mutu pendidikan di Aceh Selatan lebih berkualitas.

Pernyataan tersebut disampaikan, Sudirman Krueng Kale, Komite SMPN 2 Pasie Raja kepada wartawan di Tapaktuan Minggu (9/8), melihat langsung keberadaan mobiler bantuan Disdik Aceh di sekolah tersebut.

“Kami merasa puas dan bangga melihat hasil penyaluran meja dan kursi bantuan dari provinsi ke SMPN 2 Pasie Raja. Kami mengharapkan bantuan mobiler ke sekolah lain di Aceh Selatan, mengadopsi seperti yang telah di salurkan di sekolah tersebut,” ujarnya.

“Kami meminta Disdik Aceh Selatan mencontoh bentuk dan spesifikasi meja dan kursi belajar seperti bantuan Dinas Pendidikan Aceh ini. Kami nilai ini kokoh, indah, rapi serta simple digunakan para siswa. Walaupun produknya tidak sama persis namun perlu di adopsi karya tersebut dalam pengadaan mobiler kedepannya,” ujar Sudirman seraya berharap para guru sebagai pendidik lebih disiplin, baik kehadiran maupun proses belajar mengajar.

Kepala SMPN 2 Pasie Raja, Fatayuddin, S.Pd yang ditemui terpisah menyatakan, saat ini sekolah yang dipimpinnya itu memiliki Ruangan belajar sebanyak 11 lokal, terdiri dari kelas I berjumlah tiga lokal, kelas II empat lokal dan kelas III empat lokal.

“Sebanyak 310 pelajar diajari oleh 17 guru PNS dan enam tenaga honorer. Kita terus berusaha membenahi sekolah ini, baik kualitas maupun kuantitas. Jikapun ada kelemahan tentunya butuh koordinasi dengan masyarakat dan pihak dinas. Mobiler salah satu sarana vital untuk menunjang kelancaran belajar mengajar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan, Yusafran, S.Pd, M.Si melalui Kabid Program, Darwis, S.Pd, M.Pd mengaku akan menyahuti aspirasi yang disampaikan masyarakat.

“Program kita ke depan, pengadaan mobiler akan mengadopsi bentuk bantuan Disdik Provinsi Aceh tersebut. Semoga rencana itu dapat terlaksana,” pungkas Darwis.

[PM006]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Polisi Tangani Kasus Pembakaran Beko di Aceh Selatan
Dua uni beko dan satu dumptruck milik PT Padua Bumi Dirgantara,yang tengah mengerjakan peningkatan jalan sepanjang 4,25 KM, Desa Kampung Baru - Alu Rumbia, Kecamatan Samadua, Aceh Selatan, dibakar OTK Minggu (20/12) | PIKIRAN MERDEKA/ Hendrik Meukek

Polisi Tangani Kasus Pembakaran Beko di Aceh Selatan

Pabrik Tripleks Aceh Selatan Terancam Jadi Besi Tua
PABRIK mini plywood yang dibangun tahun 2008 di Gampong Jambo Manyang, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan, belum dimanfaatkan. Proyek yang menelan anggaran APBA 2008 Rp 411 Juta lebih ini terancam jadi besi tua. Foto: Hendrik Meukek.

Pabrik Tripleks Aceh Selatan Terancam Jadi Besi Tua