Indonesia Baru Punya Sekitar 20.000 Ilmuwan

Indonesia Baru Punya Sekitar 20.000 Ilmuwan
Indonesia Baru Punya Sekitar 20.000 Ilmuwan

Jakarta—Untuk mengantisipasi banjirnya produk ICT (information and communications technology) impor, Indonesia diharapkan mampu mengembangkan produk ICT sendiri.

Untuk itu, Indonesia butuh ilmuwan atau akademisi yang memiliki kemampuan andal memproduksi ICT.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan di Jakarta, Sabtu (20/10). Ia menyebutkan, produk ICT merupakan karya teknologi yang berasal dari hasil riset yang mendalam.

“Indonesia perlu ilmuwan untuk mengisi memproduksi teknologi (ICT) tersebut,” kata Gita.

Untuk itu, Gita berharap perguruan tinggi di Indonesia menambah jenjang pendidikan strata tiga (S3) untuk program studi yang fokus pada ICT. Setidaknya, tutur Gita, untuk menjadi negara produsen produk ICT, Indonesia minimal butuh 200.000 ilmuwan lulusan strata tiga.

“Sementara Indonesia baru memiliki sekitar 20.000 ilmuwan,” terang Gita.

Untuk menambah jumlah ilmuwan dan akademisi yang mendalami ICT itu merupakan hal yang bisa direalisasikan. Sebab, kata Gita, Indonesia memiliki 20% anggaran APBN untuk kebutuhan pendidikan.

“Kita punya anggaran 20% yang dialokasikan untuk pendidikan dan tentunya akan bertambah nantinya. Nanti kita pasti bisa bersaing dengan negara-negara lainnya,” tambahnya.[kontan]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

66 Kuda Perkasa Berlaga di Semi Final
Tiga kuda berpacu di stadion Buntul Nege Blangkejeren dalam babak Semi Final. Mereka berlomba menjadi juara satu dan dua agar masuk babak final. Anuar Syahadat.

66 Kuda Perkasa Berlaga di Semi Final

Gagal Jantung, Pasien Gayo Lues Diterbangkan ke RSUZA
Direktur RSUD Gayo Lues dr.Taufik bersama para dokter dan perawat berusaha menaikkan pasien gagal jantung, Jamatiyah ke atas pesawat ambulan yang dirujuk ke RSUZA Banda Aceh menggunakan Pesawat Ambulance, di Lapter Senubung Blangkejeren, Sabtu, (15/08/2015). Foto: Anuar Syahadat.

Gagal Jantung, Pasien Gayo Lues Diterbangkan ke RSUZA