BNNK Bireuen Gelar Dilaog Pencegahan Narkoba

BNNK Bireuen Gelar Dilaog Pencegahan Narkoba
Dialog P4GN yang diselenggarakan oleh BNNK Bireuen | Joniful

PM, Bireuen – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bireuen menggelar dialog Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Meuligo Residen, Cot Gapu, Selasa (06/10/15).

Dialog tersebut dibuka langsung oleh Kepala BNNK Bireuen, Irfan Mpd didampingi Asisten I Sekdakab Bireuen, Drs Murdani mewakili serta LSM anti narkoba di Kabupaten setempat.

Dalam kesempatan itu, kepala BNNK Bireuen, Irfan mengaku program BNNK Bireuen kedepan akan membentuk Satgas setiap sekolah SMA di Kabupaten Bireuen guna mengimplementasikan P4GN di sekolah-sekolah.

“Kita telah melakukan MoU dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kankemenag Bireuen. Kita harapkan program ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Disamping itu pihaknya juga mewacanakan agar di setiap desa dibentuk Satgas dari kepemudaan guna membentengi peredaran narkoba ditangah-tengah masyarakat.

Diakui Irfan, tahun ini BNNK Bireuen akan melakukan rehabilitasi sebanyak 30 orang, namun yang telah terhimpun hanya sepuluh residen guna dilakukan rehabilitasi, sehingga mereka yang selama ini terpengaruh dengan narkoba bisa normal kembali.

Dalam dialog singkat dengan tokoh masyarakat,  pemuda dan LSM ini, sejumlah peserta terutama pihak LSM meminta agar pihak BBBK Bireuen melakukan tes urine terhadap PNS di lingkungan kantor Pemkab setempat.

Menjawab hal itu, Drs Murdani menyambut baik permintaan tersebut guna menghidari adanya keterlibatan oknum pagawai terhadap penyalahgunaan narkoba.

“Kita tetap menyambut baik gagasan tersebut, guna melaksanakan tes urine pagawai. Kami akan kembali menyampaikan ke pihak pimpinan, sehingga kegiatan itu dapat terlaksana,” jalasnya.

[PM006]

 

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

antarafoto masjid agung baitul makmur meulaboh 010218 syf
Masjid Agung Baitul Makmur tampak dari kejauhan di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Kamis (1/2/2018). Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh yang dibangun pada tahun 1987 dengan gaya arsitektur perpaduan Timur Tengah, Asia dan Aceh merupakan salah satu objek wisata religius terbesar dan termegah di pantai barat yang memiliki daya tampung 7.000 jamaah dan termasuk dalam 100 masjid terindah di Indonesia. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Biaya Makan Minum dan SPPD Tak Sesuai, Pemkab Aceh Barat Terima Pengambalian Uang Rp53,8 Juta