Status Gunung Bur Ni Telong Turun ke Level Waspada

gunung berapi burni telong 1767173141353 169
Gunung berapi Bur Ni Telong, Bener Meriah. [Ist]

PM, Banda Aceh – Tingkat aktivitas Gunungapi Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, resmi diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada). Penurunan status tersebut berlaku mulai 3 Januari 2026 pukul 14.00 WIB.

Penurunan status ini dilakukan setelah hasil pengamatan menunjukkan penurunan signifikan aktivitas kegempaan.

“Penurunan status didasarkan pada pengamatan visual dan instrumental yang memperlihatkan aktivitas kegempaan Gunung Bur Ni Telong mulai mereda,” demikian disampaikan dalam laporan pemantauan Badan Geologi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI.

Sebelumnya, sejak 30 Desember 2025, status gunung api ini sempat dinaikkan ke Level III (Siaga) menyusul peningkatan gempa tektonik dan vulkanik.

Dalam periode 30–31 Desember 2025, tercatat 45 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 43 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), serta 7 kali gempa terasa. Aktivitas tersebut menjadi puncak peningkatan kegempaan sejak fluktuasi mulai teramati pada Juli 2025.

Namun, pada periode 1 hingga 3 Januari 2026 (hingga pukul 12.00 WIB), aktivitas gempa menurun drastis. Hanya tercatat 3 kali Gempa Vulkanik Dangkal dan 11 kali Gempa Vulkanik Dalam. Secara visual, tidak teramati adanya hembusan asap dari kawah.

Badan Geologi menjelaskan, peningkatan kegempaan sebelumnya dipicu tekanan tektonik yang berpotensi memicu erupsi freatik. Dengan menurunnya aktivitas gempa tektonik, potensi bahaya ikut berkurang.

Meski demikian, masyarakat di sekitar Gunung Bur Ni Telong diminta tetap waspada dan mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan.

“Masyarakat dilarang mendekati area kawah dalam radius 3 kilometer dan tidak beraktivitas di sekitar fumarol serta solfatara saat cuaca mendung atau hujan,” demikian imbauan Badan Geologi.

Warga juga diminta mewaspadai kemungkinan peningkatan kegempaan di masa mendatang. Badan Geologi memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara intensif dan status gunung api akan kembali dinaikkan apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. []

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Meniti Lumpe, Jembatan Maut di Kaki Leuser
Masyarakat di kaki Gunung Leuser harus melewati Lumpe untuk menyeberangi sungai saat hendak berkebun. |Anuar Syahadat

Meniti Lumpe, Jembatan Maut di Kaki Leuser