Faisal Rasyidis saat memberikan keterangan di Mapolsek Banda Sakti Lhokseumawe. Rumah Faisal diteror jelang pelantikan DPRK Lhokseumawe, Rabu 3 September 2014. (VIVAnews/Zulfikar Husein)

Lhokseumawe – Rumah Faisal Rasyidis, caleg terpilih untuk Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe, Aceh, hendak dibakar oleh orang tak dikenal, dini hari tadi, Rabu, 3 September 2014. Peristiwa ini terjadi menjelang pelantikan sebagai anggota DPRK Lhokseumawe, yang direncakan pada 10 September.

Faisal Rasyidis ditetapkan oleh Komisi Independen Pemilihan Kota Lhokseumawe, sebagai anggota dewan terpilih dari Partai Aceh (PA). Untung saja, rumahnya yang berada di Desa Teumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Aceh, selamat dari aksi pembakaran tersebut.

“Kejadiannya sekitar pukul 04.30 pagi. Ada saksi yang lihat katanya dua orang menggunakan sepeda motor dengan ciri-ciri menggunakan jaket hitam, rambut cepak dan kurus yang hendak membakar rumah, tapi tidak jadi karena ketahuan sama adik saya yang bangun karena mengira pencuri,” kata Faisal Rasyidis kepada VIVAnews.

Sebelumnya, Faisal mengaku, teror terhadap dia oleh OTK sudah terjadi semenjak ditetapkan sebagai dewan terpilih oleh KIP. Sejak saat itu, ia kerap mendapat ancaman teror melalui telepon genggam dan pesan singkat atau sms. Peneror kata dia, tidak hanya mengancam dirinya namun juga mengancam keselamatan keluarganya.

Fasial juga mengakui, kalau teror berkaitan dengan terpilinya dia sebagai anggota dewan dari Partai Aceh (PA). “Diancam ditembak saya dan juga diancam ditembak keluarga saya. Satu kali dengan cara ditelepon, kemudian ada beberapa kali melalui SMS,” kata Faisal.

Anggota dewan terpilih tersebut sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Ia berharap, kepolisian dapat mengungkap kasus teror yang menimpanya dan pelaku segera ditangkap.

Kepala Kepolisian Sektor Banda Sakti AKP Ichsan, membenarkan kejadian tersebut. kata dia, pihak kepolisian sudah mendatangi lokasi atau rumah korban dan mengamankan sejumlah barang bukti berupa kantong plastik berisi solar, bensin, dan ban karet yang digantungkan di pintu depan rumah.

“Kami sudah meminta keterangan saksi dari korban. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut mengumpulkan keterangan saksi dan korban. Berdasarkan saksi, pelaku dua orang,” kata AKP Ichsan.

[PM.004]

Komentar

AdvertisementPemutihan pajak Kenderaan di Aceh