kampanye partai aceh
Ilustrasi (Foto: Serambi Indonesia)

PM, Banda Aceh – Pemilihan umum Kepala Daerah alias Pilkada untuk daerah Aceh belum dipastikan tanggal mainnya. Sebagian kabar merujuk ke aturan yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, sesuai surat bernomor 270/2416/OTDA tanggal 16 April 2021. Separuh lainnya masih kukuh mempertahankan bahwa Pilkada Aceh dihelat pada 2022 sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh. Terlebih Aceh memiliki kekhususan dalam penyelenggaraan pemerintahan, termasuk dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah dimana masa jabatan gubernur saat ini paripurna pada 2022.

Simpang siur tentang pelaksanaan Pilkada tersebut, tidak membuat beberapa partai politik di Aceh berdiam diri. Beberapa diantara partai politik di Aceh bahkan telah mengatur strategi bagaimana merangkul para pihak dalam pemilihan mendatang.

Salah satu partai politik yang dinilai masih memiliki taji di Aceh adalah Partai Aceh. Partai lokal yang kini masih di bawah komando Muzakkir Manaf atau akrab disapa Mualem itu diduga telah mempersiapkan segala hal guna menghadapi dua kemungkinan jadwal pelaksanaan Pilkada tersebut.

Hal tersebut membuat PA tidak jauh-jauh dari sorotan media, terutama siapa bakal calon yang dipersiapkan di pemilihan mendatang. Informasi yang beredar kemudian menyebutkan bahwa Partai Aceh (PA) kembali mengusung Mualem di posisi calon gubernur Aceh. Penobatan Mualem sebagai bakal calon gubernur itu setakat dengan statement yang dikeluarkan oleh mantan Panglima GAM tersebut di beberapa kesempatan, seperti dikutip awak media.

Namun, siapa yang bakal mendampingi Mualem kelak?

Di perhelatan pelantikan pengurus Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Aceh Barat, yang berlangsung di Aula Bappeda pada Senin, 6 September 2021, menyembul isu bahwa Ramli MS yang akan mendampingi Mualem di Pilkada mendatang. Ramli MS adalah politisi Partai Aceh yang saat ini menjabat sebagai Bupati Aceh Barat. Di Bumi Teuku Umar tersebut, Ramli telah dua kali terpilih sebagai bupati. Periode pertama jabatannya sebagai Bupati Aceh Barat adalah 2007-2012 dan pada periode 2017-2022.

Terkait hal ini, Juru Bicara Partai Aceh (PA), Nurzahri menyebutkan, Ramli MS memang masuk dalam bursa calon pendamping Gubernur Aceh di pilkada mendatang. Keduanya pun sempat membahas rencana duet di Pilkada, di sela-sela pelantikan Ketua Pramuka Aceh Barat. “Mualem dan Ramli MS berbincang-bincang santai termasuk berbicara tentang masalah Pilkada,” kata Nurzahri.

Dalam kesempatan tersebut, Ramli MS juga mengutarakan niatnya untuk mendampingi Mualem sebagai bakal calon Wakil Gubernur Aceh. Wacana tersebut mendapat sambutan positif dari Mualem. “Akan tetapi karena Pilkada belum ada kepastian, maka Mualem berharap agar Ramli MS tetap fokus untuk pemenangan partai terlebih dahulu karena kemungkinan Pilkada akan dilaksanakan setelah Pemilu 2024 atau setelah Pileg,” lanjut Nurzahri.

Di sisi lain, dia mengatakan Partai Aceh akan menggelar musyawarah guna memutuskan siapa yang bakal diusung sebagai calon di Pilkada mendatang, khususnya untuk posisi cawagub. Menurutnya terdapat beberapa nama yang masuk dalam radar partai, baik dari kalangan internal maupun eksternal.

Lantas siapa saja mereka?

“Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), Hasballah M Thaib (Rocky), Sarjani Abdullah, Aiyub Abbas, Usman Abdullah, dan Jufri Hasanuddin yang kesemuanya dari kalangan internal,” ungkap Nurzahri.

Meskipun demikian, PA juga melirik beberapa nama tokoh dan politisi Aceh di luar partai tersebut. “Dari kalangan eksternal ada Tgk M Yusuf A Wahab atau Tu Sop Jeunib, Haji Uma atau Sudirman, Nasir Djamil (PKS), TA Khalid (Gerindra), Taufiqul Hadi (NasDem), Aminullah (Golkar), dan Teuku Rifky Harsya (Demokrat),” kata Nurzahri mengakhiri.[]

Komentar